Perang Rusia Ukraina
Operasi Rahasia Intelijen Inggris di Tengah Perang Rusia-Ukraina
Operasi rahasia dijalankan intelijen militer Inggris di tengah perang Rusia-Ukraina. Plotnya antara lain mengebom Jembatan Kerch di Semenanjung Krimea
Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
TRIBUNJOGJA.COM, LONDON – Empat serangan balik menyasar target-target strategis Rusia dalam dua bulan terakhir.
Dua kali serangan dan sabotase pengeboman terjadi di pangkalan udara dan Pelabuhan militer Rusia di Krimea.
Serangan berikutnya bom truk bunuh diri yang meledak di lajur jalan Jembatan Kerch atau Crimea Bridge.
Terbaru, pesawat nirawak (drone) baik udara maupun air menghantam kapal-kapal perang Armada Laut Hitam di pangkalan Sevastopol, Krimea.
Moskow menuduh agen rahasia dan intelijen militer Inggris serta Kanada di balik serangan-serangan dadakan itu.
Kiev membantah tuduhan itu, sebagaimana Inggris dan Kanada juga sama-sama menepis tudingan pemerintah Rusia.
Baca juga: Rusia Beber Bukti Ukraina dan Inggris di Balik Serangan Drone ke Sevastopol
Baca juga: Rusia Bombardir Ukraina dengan 83 Rudal, Putin Sebut Balasan Terhadap Peledakan Jembatan Krimea
Setelah serangan terbaru ke Sevastopol, Rusia langsung membalas aksi itu lewat serangan rudal secara masif, menyasar infrastruktur strategis Ukraina.
Dalam pekan-pekan terakhir, efeknya terlihat saat pasokan listrik ke kota-kota Ukraina terhenti. Terjadi ‘blackout’ signifikan di hunian-hunian penduduk Kiev.
Situs analisis intelijen Southfront.org dan media investigatif The Grayzone menerbitkan laporan dan ulasan yang menunjukkan keterlibatan intelijen militer Inggris di peristiwa itu.
Bocoran Dokumen The Grayzone
Laporan yang ditulis jurnalis investigasi Kit Kalenberg dari The Grayzone, memperlihatkan bocoran dokumen rahasia yang mereka peroleh dari sumber anonim.
Dokumen itu berisi rencana sel intelijen militer Inggris untuk mengatur dan melatih tentara "partisan" rahasia Ukraina dengan instruksi eksplisit untuk menyerang sasaran Rusia di Krimea.
Pada 28 Oktober, serangan pesawat tak berawak Ukraina merusak kapal utama armada Laut Hitam Rusia di pelabuhan Sevastopol, Krimea.
Moskow segera menyalahkan Inggris karena membantu dan mengatur operasi itu. Moskow juga menyimpulkan ledakan di jaringan pipa Nord Stream adalah aksi sabotase Inggris.
Kementerian Pertahanan Inggris mengeluarkan bantahan keras sebagai tanggapan, menyebut tuduhan itu sebagai "klaim palsu dalam skala epik."
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Jembatan-Krimea-Rusia.jpg)