Perang Rusia Ukraina

Operasi Rahasia Intelijen Inggris di Tengah Perang Rusia-Ukraina

Operasi rahasia dijalankan intelijen militer Inggris di tengah perang Rusia-Ukraina. Plotnya antara lain mengebom Jembatan Kerch di Semenanjung Krimea

Tayang:
Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
Wikipedia/Rosavtodor.ru
TARGET - Jembatan Krimea ini termasuk infrastruktur raksasa di Eropa yang dibangun Rusia setelah Semenanjung Krimea bergabung Federasi Rusia pada 2014. 

Pada 4 Desember 1971, operasi dijalankan hingga terjadi pengeboman pub lokal, McGurk's Bar , menyebabkan 15 warga sipil tewas.

Serangan ini akan menandai awal hubungan formal antara Intelijen Militer Inggris dan regu kematian loyalis, hubungan yang akan segera meningkat.

Pada 1974, hubungan antara London dan Dublin telah ditempatkan di bawah ketegangan yang signifikan karena kekejaman Inggris di utara.

Antara lain pembuuhan Ballymurphy, pembunuhan 1971 terhadap sembilan warga sipil oleh pasukan terjun payung Inggris selama dua hari di Belfast.

Lalu Minggu Berdarah di Derry, ketika pasukan terjun payung Inggris kembali menembaki demonstrasi hak-hak sipil pada Januari 1972, menyebabkan 14 orang tewas.

Setelah pecahnya awal permusuhan pada 1969, kemudian Taoiseach Jack Lynch telah diperdebatkan kemungkinan mengirim pasukan ke utara, dan setelah Minggu Berdarah, polisi Irlandia berdiri sebagai demonstran membakar Kedutaan Besar Inggris di Dublin.

Inggris, yang khawatir negara bagian selatan akan berbeda pendapat dari sikapnya yang secara tradisional pro-Inggris dan menjadi sponsor negara IRA, memutuskan sebuah pesan harus dikirim.

Pada 17 Mei 1974, hari Jumat, tiga bom mobil tanpa peringatan akan meledak selama lalu lintas jam sibuk di Dublin, menewaskan 27 orang dan melukai 300.

Tujuh orang lagi terbunuh 90 menit kemudian ketika bom lain meledak di negara perbatasan Monaghan, dimaksudkan sebagai pengalihan untuk memungkinkan tim pengebom melarikan diri kembali ke utara yang diduduki.

Korban tewas akan menjadi yang terbesar dalam satu hari selama hampir 30 tahun konflik.

Pengeboman, yang dilakukan oleh UVF di bawah arahan penerus MRF, Unit Pengintaian Khusus (SRU) pada akhirnya akan mengakibatkan 26 pemerintahan regional kembali ke sikap pro-Inggris, dan tak ada serangan lebih lanjut yang akan dilakukan di selatan.

Namun di utara, Intelijen Militer Inggris akan terus bekerja sama dengan regu kematian Loyalis, sebuah hubungan yang akan tumbuh untuk mengakomodasi UDA saat 1980-an muncul lagi.

Kegiatan rahasia Inggris jadi sponsor kelompok teroris juga terjadi di Afghanistan saat London mendukung kelomok Mujahidin.

Strategi sama digunakan di Libya dan Suriah selama satu dekade terakhir. Sekarang, Rusia menjadi target terbaru dalam sejarah panjang terorisme yang disponsori Inggris.(Tribunjogja.com/Southfront/TheGrayzone/xna)

 

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved