Perang Rusia Ukraina

Operasi Rahasia Intelijen Inggris di Tengah Perang Rusia-Ukraina

Operasi rahasia dijalankan intelijen militer Inggris di tengah perang Rusia-Ukraina. Plotnya antara lain mengebom Jembatan Kerch di Semenanjung Krimea

Tayang:
Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
Wikipedia/Rosavtodor.ru
TARGET - Jembatan Krimea ini termasuk infrastruktur raksasa di Eropa yang dibangun Rusia setelah Semenanjung Krimea bergabung Federasi Rusia pada 2014. 

Siapa pun yang berada di balik serangan spesifik itu, kecurigaan adanya tangan tersembunyi Inggris dalam penghancuran bukanlah tidak berdasar.

The Grayzone telah memperoleh dokumen bocor yang merinci operasi intelijen militer Inggris itu.

Dokumen itu berisi pakta Dinas Keamanan Khusus Ukraina cabang Odessa, untuk membuat dan melatih pasukan rahasia partisan Ukraina.

Plot mereka, tentara rahasia akan melakukan operasi sabotase dan pengintaian yang menargetkan Krimea, persis seperti serangan beberapa minggu terakhir.

Seperti yang dilaporkan The Grayzone sebelumnya, kelompok yang sama dari operasi intelijen militer bertanggung jawab untuk menyusun rencana untuk meledakkan Jembatan Kerch/Krimea.

Plot itu terpenuhi pada 8 Oktober 2022 dalam bentuk serangan bom truk bunuh diri. Sabotase itu sempat melumpuhkan jalur penghubung daratan Rusia dan Krimea.

Cetak biru ini dibuat seorang veteran militer Inggris bernama Hugh Ward, atas permintaan Chris Donnelly, seorang agen intelijen militer Inggris.

Ia terkenal karena menetaskan program perang informasi Inisiatif Integritas yang didanai oleh Kantor Luar Negeri Inggris.

Rencana tersebut diedarkan di seluruh jaringan transnasional pribadi pejabat militer, anggota parlemen, dan pejabat intelijen milik Donnelly.

Koneksi tingkat tinggi seperti itu menggarisbawahi bahwa dia jauh dari pengamat pasif dalam konflik ini.

Dia telah menggunakan posisi dan kontaknya untuk mengamankan sumber daya yang diperlukan untuk melatih batalion penyabot rahasia untuk menyerang sasaran Rusia di Krimea.

Strategi perusakan ini pasti akan meningkatkan perang, dan melemahkan setiap momentum menuju negosiasi.

Dicap sebagai “dukungan untuk operasi penyerbuan maritim”, serangan yang direncanakan terhadap Krimea memiliki tiga tujuan utama.

Pertama, menurunkan kemampuan Rusia memblokade Kiev. Kedua, mengikis kemampuan perang Moskow. Ketiga, mengisolasi pasukan darat dan laut Rusia di Krimea.

Pada laporan pertama yang dirilis 10 Oktober 2022, dua hari setelah serangan bom bunuh diri di Jembatan Kerch, The Grayzone mengungkap detil dokumen dan mengonfirmasinya ke nama-nama yang tertera di laporan itu.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved