Berita Kesehatan

Rektor UGM  : Bijak Memilih Obat Bisa Tingkatkan Kesehatan Anak dan Keluarga

Sebaiknya menghindari dulu obat-obat bentuk sediaan sirop ketika ada kekuatiran adanya cemaran EG dan DEG di dalamnya.

Penulis: Ardhike Indah | Editor: Gaya Lufityanti
dok.istimewa
Ilustrasi obat-obatan untuk Covid-19 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Kasus gangguan ginjal akut pada anak masih menjadi sorotan.

Dengan demikian, Rektor UGM , Prof. dr. Ova Emilia , M.Med.Ed., Sp.OG(K)., Ph.D., mengingatkan pentingnya bijak dalam memilih obat-obatan dan suplemen kesehatan untuk keluarga. 

Hal ini disampaikan pada MyHealth Diary bertajuk ‘Waspada Gagal Ginjal Akut Pada Anak’ yang ditayangkan pada kanal Youtube Universitas Gadjah Mada.

“Ini merupakan satu pelajaran bagi kita bahwa segala sesuatu bisa terjadi. Tentu, tidak perlu membuat kita heboh tapi perlu membuat kita waspada,” kata Ova, dikutip Selasa (8/11/2022).

Ia juga menjelaskan bagaimana senyawa etilena glikol (EG) dan dietilena glikol (DEG) yang diduga sebagai penyebab gangguan ginjal akut pada anak bisa ditemukan dalam obat sirop .

Baca juga: BPOM Yogyakarta Berikan Tips Aman Konsumsi Obat Sirup

Dalam hal ini, EG dan DEG bukan sebuah senyawa yang sengaja dimasukkan ke dalam obat.

EG dan DEG merupakan cemaran dari co-solvent.

Co-solvent itu sendiri diperlukan karena bahan-bahan obat adalah senyawa kimia yang tidak selalu bisa larut dalam air. 

Parasetamol misalnya, termasuk sukar larut dalam air. 

“Jika akan dibuat tablet, tidak memerlukan pelarut, tetapi jika akan dibuat dalam bentuk sirup, maka perlu ditambahkan senyawa co-solvent yang akan meningkatkan kelarutannya, supaya senyawa obatnya terdispersi merata dan homogen,” paparnya.

Agar lebih selektif memilih obat untuk keluarga, menurutnya cara paling bijak adalah menghindari dulu obat-obat bentuk sediaan sirop ketika ada kekuatiran adanya cemaran EG dan DEG di dalamnya.

Selain itu, penggunaan obat juga perlu menjadi perhatian. 

Obat keras yang hanya bisa diperoleh dengan resep dokter harus digunakan sesuai dengan petunjuk dokter.

Baca juga: Mengenal 5 Jenis Obat Batuk yang Ada di Pasaran dan Efek Sampingnya

Sementara, untuk obat bebas dan vitamin yang dapat diperoleh tanpa resep masyarakat perlu bertanya kepada apoteker mengenai pilihan yang sesuai dengan kondisi pasien.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    Berita Populer

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved