Perang Rusia Ukraina

Rusia Beber Bukti Ukraina dan Inggris di Balik Serangan Drone ke Sevastopol

Rusia menemukan data di drone penyerang Ukraina buatan Kanada dan dioperasikan dari kapal sipil uang melalui koridor gandum Laut Hitam.

Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
Alexey Filippov / AFP
Sebuah kapal patroli meninggalkan pangkalan perbatasan di pelabuhan Mariupol, Laut Hitam Ukraina, pada 11 Februari 2022. Rusia telah mengirim enam kapal perang tambahan ke wilayah itu selama seminggu latihan angkatan laut yang melibatkan puluhan kapal angkatan laut besar mulai akhir pekan ini. 

Ini jalur yang dibuka di Laut Hitam guna memungkinkan ekspor produk makanan Ukraina melalui Laut Hitam.

Koridor gandum bagian kesepakatan yang dinegosiasikan di Istanbul antara Moskow dan Kiev dengan mediasi PBB dan Turki musim panas ini.

Baca juga: Rudal Darat ke Udara AS Produk Raytheon Mulai Dipasang di Ukraina

Serangan itu mendorong Rusia untuk menangguhkan partisipasinya tanpa batas waktu terkait kesepakatan itu.

Langkah ini memicu reaksi marah dari AS. Rusia menyalahkan Kiev atas serangan itu, yang diklaim dilakukan di bawah pengawasan para ahli Inggris.

Kiev enggan mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu. Andrey Yermak, kepala kantor Presiden Ukraina Vladimir Zelensky, di kanal Telegramnya balik menuduh Rusia.

Laporan New York Times

Surat kabar The New York Times di hari yang sama menyebutkan, Ukraina berada di balik serangan pesawat tak berawak besar-besaran tetapi tidak berhasil di kota pelabuhan Sevastopol di Krimea.

Para pejabat di Kiev menurut New York Times (NYT), menolak untuk mengklaim bertanggung jawab atas insiden tersebut.

NYT mempublikasikan sebuah laporan yang menunjukkan kemampuan serangan baru yang diduga diperoleh Kiev selama konflik dengan Rusia.

Kemampuan itu ditampilkan pada dini hari Sabtu ketika drone Ukraina menghantam kapal Rusia yang berlabuh di pelabuhan Sevastopol.

Dalam artikel lain, outlet tersebut menunjukkan pihak berwenang Ukraina telah mempertahankan kebijakan ambiguitas resmi tentang serangan di belakang garis depan.

Namun, dikatakan bahwa serangan terhadap Sevastopol “tampaknya menjadi contoh terbaru dari pasukan Ukraina yang menyerang situs-situs sensitif Rusia dari jauh.

Ini menggambarkan bagaimana drone buatan sendiri dan senjata kuat yang disediakan oleh negara-negara barat telah memberikan kemampuan Ukraina yang hanya dimiliki Rusia di awal perang. perang.

Surat kabar itu kemudian mengutip seorang pejabat senior Ukraina yang tidak disebutkan namanya, yang mengklaim kapal penyapu ranjau Rusia 'Ivan Golubtsov' telah rusak parah dalam serangan itu.

Sementara kapal lain, fregat 'Admiral Makarov', menerima kerusakan kecil yang mudah diperbaiki.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved