Berita Kabupaten Magelang Hari Ini
Diterjang Erosi Aliran Sungai Progo, Warga Dusun Ngiwon Magelang Berharap Direlokasi
Peristiwa erosi sungai terjadi pada Jumat (21/10/2022) sekitar pukul 20.00 WIB bersamaan dengan air sungai yang naik ke arah pemukiman warga.
Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Gaya Lufityanti
Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting
TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Warga Dusun Ngiwon, Desa Banyuwangi, Kecamatan Bandongan, Kabupaten Magelang yang terdampak erosi aliran Sungai Progo meminta agar dilakukan relokasi ke tempat yang lebih aman.
Lantaran warga khawatir adanya potensi dan risiko erosi susulan yang lebih besar ke pemukiman warga.
Dari pantauan di lokasi pasca kejadian, bantaran sungai terkikis hingga berdampak pada beberapa rumah warga.
Bahkan, garis polisi pun terpasang di area tersebut menandakan lokasi berbahaya.
Munadifa (62) warga Dusun Ngiwon yang rumahnya hanya berjarak beberapa meter dari lokasi berharap agar segera direlokasi.
Baca juga: Bangunan Jembatan Penghubung Antardesa Gulon-Gunungpring Magelang Miring Akibat Tergerus Banjir
"Ya saya harap ini minta pindah (relokasi) aja, mau ditempatkan ke mana saja mau saya. Soalnya saya cuma punya ini (rumah) tok, saya nurut. Kalau melihat seperti ini kan takut juga jadinya. Soalnya dari saya kecil tinggal di sini sudah 60 tahun. Baru kali ini kejadian seperti ini, kalau dulu pernah banjir tetapi tidak separah ini," ujarnya saat ditemui di lokasi pada Minggu (23/10/2022).
Ia menerangkan, peristiwa erosi sungai terjadi pada Jumat (21/10/2022) sekitar pukul 20.00 WIB bersamaan dengan air sungai yang naik ke arah pemukiman warga.
"Awalnya itu ketika pukul 18.00 WIB, air sudah mulai datang karena hujan deras. Tetapi air masih belum kelihatan kalau naik . Kemudian pada pukul 20.00 WIB malam harinya, air itu sudah penuh semua, warna airnya hitam saat disenter pun tidak kelihatan," tambahnya.
Kemudian dirinya dan para warga lain ikut panik padahal saat itu sedang menggelar tahlilan.
Di satu dari beberapa rumah warga yang berdekatan pula dengan Sungai Progo tepat di samping sungai.
"Jadi, orang yang mau tahlilan itu takut semua, itu semua lari-lari. Yang perempuan di rumah sudah pada noto-noto, kolam lele ambruk semua. Sampai pagi itu kami tidak ada yang tidur,"ungkapnya.
Kejadian itu pun turut dirasakan oleh Muhromi (54).
Ia mengatakan, dirinya sudah mengamati kondisi sungai sejak pukul 17.30 WIB, Jumat (21/10/2022) ketika air mulai naik.
Baca juga: Imbas Banjir Bandang di Nalan Magelang, Sebanyak 3 Dusun Terancam Akses Air Bersih
"Lalu, saya tinggal Maghrib, selesai Maghrib ke sini lagi, airnya sudah naik itu diperkirakan sampai 4 meteran. Lalu, sempat airnya surut langsung terjadi abrasi itu, itu sekitar pukul 19.00 WIB atau 20.00 WIB,"ucapnya.