Berita DI Yogyakarta Hari Ini
Pameran Nandur Srawung #9 Pertemukan Seniman dari Amerika Serikat hingga Rusia
Seniman dari Amarika Serikat, Australia, Austria, India, Korea Selatan, Mexico Prancis, Rusia dan Jerman ikut andil dalam Nandur Srawung #9 ini.
Penulis: Neti Istimewa Rukmana | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pameran seni rupa berupa Nandur Srawung kembali digelar di Taman Budaya Yogyakarta (TBY).
Kepala Taman Budaya Yogyakarta , Purwanti mengatakan, dalam pelaksanaan Nandur Srawung #9 terdapat 240 partisipan dari individu maupun kelompok.
"Pada tahun ini juga ada beberapa tahapan kegiatan yaitu Nandur Gawe yang diikuti oleh sembilan kelompok dan serawung sinau yang melibatkan lima priset individu," katanya saat memberikan sambutan pembukaan Nandur Srawung #9 di Taman Budaya Yogyakarta .
Pameran dengan tajuk Matrix/Mayapada mengangkat gagasan untuk melakukan pembacaan realita ganda, antara yang fisik dan non fisik.
Baca juga: Tour De Merapi Kambali Digelar, Ada Banyak Hadiah yang Diberikan
Gagasan ini diharapkan mampu menjaring banyak kalangan atau segmen peserta baik konvensional maupun digital sehingga bisa mewadahi beragam bentuk artistik dan komponen sosial.
Peserta Nandur tidak hanya dari Indonesia, tetapi ada dari seniman berbagai negara, yakni Amarika Serikat, Australia, Austria, India, Korea Selatan, Mexico Prancis, Rusia dan Jerman.
Sementara itu, satu di antara kurator pameran Nandur Srawung #9, Rain Rosidi, mengatakan, pameran itu akan berlangsung selama tujuh hari atau berlangsung pada 16-22 Oktober 2022.
Ia turut menyebutkan agenda apa saja yang akan dilaksanakan selama pameran itu berlangsung.
"Pada program harian, penyelenggara pameran terdapat enam agenda yang akan dilaksanakan seperti seminar, workshop, diskusi Srawung Sinau, artistik talk, exhibition tour for disabled mulai pukul 12.00-21.00 WIB.
Baca juga: Festival Ke-10 Bregada Rakyat DIY Kembali Digelar Secara Luring
Dalam kesempatan itu, Kepala Dinas Kebudayaan DIY, Dian Lakshmi Pratiwi, terlihat hadir mengenakan batik berwarna biru dan membuka pagelaran tersebut secara resmi.
"Terkiat dengan tujuan Nandur Srawung adalah kita ingin mencoba mendekatkan seni kepada siapapun, kepada pihak menampung. Sehingga inklusi vitas dan keterbukaan menjadi semangat yang terbesar," paparnya.
Pihaknya pun berharap, ke depan, seni ini mampu diapresiasi tidak hanya oleh kalangan budayawan saja, tetapi bisa diapresiasi oleh masyarakat awam.
Sebagai informasi tambahan, pameran itu bersifat gratis dan bagi pengunjung yang ingin melihat pameran tersebut bisa melakukan registrasi online melalui tautan bit.ly/kunjunganmayapanda atau bisa juga langsung datang di galeri Taman Budaya Yogyakarta .( Tribunjogja.com )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Pameran-Nandur-Srawung-9-Pertemukan-Seniman-dari-Amerika-Serikat-hingga-Rusia.jpg)