Berita DI Yogyakarta Hari Ini

Festival Ke-10 Bregada Rakyat DIY Kembali Digelar Secara Luring 

Pagelaran yang telah rutin dilaksanakan sejak 2012 itu, bertujuan untuk membesarkan semangat kelompok bergada rakyat.

Tayang:
Penulis: Neti Istimewa Rukmana | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Neti Istimewa Rukmana
Pagelaran Festival Ke-10 Bregada Rakyat DIY di Jalan Malioboro, Minggu (16/10/2022). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kunjungan wisatawan di Malioboro terlihat ramai dari biasanya.

Ribuan pengunjung terlihat memadati bahu-bahu Jalan Malioboro dari Taman Parkir Abu Bakar Ali hingga Benteng Vredeburg Yogyakarta , pada Minggu (16/10/2022) siang.

Ternyata, pada saat itu, ada seribu orang para pelaku seniman keprajuritan rakyat dari seluruh wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta sedang mengikuti Festival Ke-10 Bregada Rakyat DIY.

Ribuan prajurit itu tampak gagah dan berjalan dengan rapi dengan alunan musik yang khas dari masing-masing daerahnya.

Ketua Panitia Festival Ke-10 Bregada Rakyat DIY sekaligus Ketua Sekber Keistimewaan DIY, Widihasto Wasana Putra, mengatakan, pagelaran yang telah rutin dilaksanakan sejak 2012 itu, bertujuan untuk membesarkan semangat kelompok bergada rakyat.

Baca juga: CATAT! Ini Agenda Akhir Pekan di Yogyakarta, Ada Jogja Fashion Carnival dan Festival Bregada Rakyat

"Kemudian ini menjadi sajian atraksi pariwisata. Kita lihat bersama dari sini sampai ujung Malioboro (terlihat) dipenuhi oleh masyarakat dan juga wisatawan," ucap Widi kepada wartawan di Benteng Vredeburg Yogyakarta

Agenda itu pun dimaksudkan sebagai bentuk ungkapan rasa syukur masyarakat khususnya kalangan pelaku seni keprajuritan mengenai kelancaran berjalannya rangkaian penetapan dan pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur DIY dengan masa bakti 2022-2027.

Sementara itu, marwah dari ajang Festival Bregada itu sendiri ada tiga, yakni merajut konsolidasi budaya, memberikan kesempatan eksistensi dan membesarkan semangat bagi para pelaku seni keprajuritan.

"Mudah mudahan itu semakin menambah semangat dari teman teman pelaku seni keprajuritan untuk terus nguri nguri kebudayaan," imbuhnya. 

Agenda yang tidak pernah absen meskipun pandemi melanda di Indonesia pada dua tahun terakhir itu, ternyata mendapat respon positif dari berbagai pihak.

"Kemarin pandemi kami tetap melakukan Festival Bergada Rakyat DIY, tapi secara virtual. Bersyukurnya sekarang kita bisa menggelar kembali secara luring. Artinya, dengan adanya kelonggaran pasca pandemi ini menjadikan jiwa raga mereka kembali semangat untuk mengikuti festival tersebut," tambah Widi.

Baca juga: Bangkitkan dan Lestarikan Batik di DIY, Disperindag Kembali Gelar Festival Batik 2022

Pada kali ini, pihaknya mengajak 20 kelompok dan dua kelompok eksbisi dari Kelompok Bergada Panji Parentah dan Paguyuban Onthel Djogja.

"Setiap tahun, pesertanya pasti ganti-ganti. Biar mereka bisa merasakan bagaimana ketika kirab itu disaksikan oleh masyarakat maupun wisatawan yang ada di Yogyakarta," ujarnya. 

Ketika memasuki Benteng Vredeburg Yogyakarta, para peserta akan dinilai lima orang juri yang terdiri atas Kanjeng Raden Tumenggung Wiraningrat dari Keraton Yogyakarta , BPH Kusuma Bimantara dari Kadipaten Pakualaman, Letkol Inf. Helmi dari Danyon 403/Wirasada Pratista, Tazbir Abdullah dari Pemerhati Pariwisata dan Mr. Rudolf Iten dari Pemerhati Seni Budaya Asal Swiss.

Oleh karenanya, para peserta yang mengikuti Festival itu turut memperebutkan beragam hadiah, baik itu piala hingga uang pembinaan bertobat Rp50 juta.

"Harapannya juga membuka kesadaran masyarakat umum untuk menyukai kebudayaan," pungkasnya. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved