Berita Pendidikan Hari Ini

Tim Mahasiswa UGM Kembangkan Produk Olahan Salak Pondoh

Potensi pengembangan salak cenderung stagnan mendorong mahasiswa UGM menginisiasi sebuah rumah inovasi yang bernama Salacca Space .

Penulis: Gaya Lufityanti | Editor: Gaya Lufityanti
istimewa
Tim Mahasiswa UGM Kembangkan Produk Olahan Salak Pondoh 

Tribunjogja.com - Salak pondoh merupakan satu dari beberapa tanaman buah yang tumbuh subur di daerah Kabupaten Sleman .

Bahkan buah salak menjadi komoditas unggulan daerah karena budidaya salak di Sleman menjadi sumber pendongkrak kemandirian ekonomi masyarakat.

Meski demikian,bukan berarti pengembangan agribisnis salak tidak menghadapi tantangan.

Di Desa Purwobinangun, Pakem, Sleman , potensi pengembangan salak cenderung stagnan dan terdapat hambatan baik dari segi pemasaran hingga inovasi pengolahan.

Peluang tersebut yang mendorong mahasiswa UGM menginisiasi sebuah rumah inovasi yang bernama Salacca Space .

Baca juga: Mahasiswa UGM Raih Juara Internasional Schlumberger Digital Forum

Tim Mahasiswa UGM yang tergabung Tim Program Hibah Bina Desa (PHBD) Center UGM menginisiasi pendirian Rumah inovasi Salacca Space merupakan sarana yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat Purwobinangun dalam pengembangan agribisnis salak .

Melalui Rumah Salacca Space , para pelaku pengembangan salak baik dari UMKM, KWT, dan kelompok tani difasilitasi untuk berinovasi mengembangkan produk turunan dari salak , beberapa diantaranya adalah cokelat salak dan sambal salak .

“Produk yang dikembangkan menggunakan bahan yang berasal dari petani lokal serta dilakukan penelitian dan pengembangan dalam meracik olahannya, sehingga produk yang dihasilkan berkualitas,” kata Anugrah Yuwan Atmadja selaku ketua tim dalam rilis yang dikirim Jumat (7/10/2022).

Dibantu dengan 14 rekan mahasiswa lainnya, Yuwan menuturkan Salacca Space hadir sebagai ruang kolaborasi antargenerasi bagi masyarakat Desa Purwobinangun berupa pengadaan ruang fisik sebagai pusat kegiatan pengembangan inovasi dan kreasi dengan pendekatan berbasis diskusi.

Program ini bertujuan menciptakan ruang bagi generasi muda untuk berbagi pengetahuan, keterampilan, dan juga membangun kerja sama dengan generasi tua guna meningkatkan swadaya dan swakelola masyarakat desa.

Sebab proses kegiatan budidaya dan pengolahan salak mayoritas dilakukan oleh penduduk berusia tua.

“Penduduk usia muda cenderung memiliki minat terhadap sektor lain. Hal tersebut berpengaruh terhadap potensi pengembangan salak  dan terhambatnya pengembangan salak dari segi pemasaran hingga inovasi pengolahan salak,” katanya

Sejauh ini menurut Yuwan, Salacca Space sendiri sudah menjalankan beberapa program yang sudah direncanakan seperti penjaringan aspirasi kelompok-kelompok tani dan individu yang diwadahi di forum diskusi yang melibatkan Gapoktan, KWT, Karang Taruna serta Pemerintah Desa Purwobinangun.

Soal inovasi produk, pihaknya sudah berdiskusi dengan warga untuk memproduksi tiga jenis produk olahan salak yaitu cokelat salak , sambal salak , serta sabun salak .

Baca juga: Kolaborasi Widya Analytic dan FMIPA UGM dalam Seminar Nasional Smart City Outlook

Dalam proses pembuatan produk, tim UGM bersama dengan warga berdiskusi mengenai resep yang dipakai dalam mengolah salak .

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved