Berita Sleman Hari Ini

Sempat Ditutup oleh Pemkab Sleman, Segel Holywings Kini Dicopot

Pencopot segel tersebut dilakukan setelah manajemen Holywings membuat surat pernyataan tidak akan membuka outlet baru di wilayah Sleman . 

TRIBUNJOGJA.COM / Christi Mahatma
Segel Holywings sudah dicopot, Kamis (29/09/2022) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Segel penutupan tempat hiburan malam Holywings di Sleman dicopot.

Saat ini, bangunan yang ada di Jalan Magelang Km 5.8, Sinduadi, Mlati, Sleman tersebut sudah digunakan untuk brand lain. 

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Sleman, Shavitri Nurmala Dewi mengatakan pembukaan segel sudah dilakukan beberapa waktu lalu.

Pencopot segel tersebut dilakukan setelah manajemen Holywings membuat surat pernyataan tidak akan membuka outlet baru di wilayah Sleman . 

Baca juga: Satpol PP Kabupaten Sleman Pastikan Tak Ada Aktivitas di Holywings Jalan Magelang

"Surat pernyataan itu sudah kami terima akhir Juni lalu. Manajemen berjanji tidak akan membuka Holywings lain di manapun di wilayah Sleman. Setelah melakukan rapat koordinasi beberapa kali, dan mempertimbangkan berbagai hal, akhirnya segel dicopot," katanya, Kamis (29/09/2022). 

Ia menerangkan jika ada usaha lain yang buka di outlet Holywings tersebut harus mengurus perizinan dari awal.

Untuk proses perizinan melalui Online Single Submission (OSS), sedangkan izin menjual minuman beralkohol bisa mengurus di Dinas Perdagangan Sleman

"Segel itu kan untuk brand Holywings , sehingga kalau ada brand baru ya harus mengurus perizinan dari nol. Untuk brand baru kemarin sudah mengajukan untuk launching, ya tidak apa-apa, yang penting perizinan diurus dulu," terangnya. 

Kendati demikian, pihaknya bakal tetap melakukan pengawasan di lokasi tersebut.

Tujuannya untuk memastikan keamanan dan ketertiban di Kabupaten Sleman tetap terjaga. 

Baca juga: Bupati Sleman Beri Penghargaan Kinerja Kapanewon dan Hasil Pengawasan Kearsipan Internal

Pihaknya pun bakal tetap menegakkan Perda Nomor 12 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Ketentraman, Ketertiban Umum dan Perlindungan Masyarakat. 

"Kasus Holywings kemarin menjadi perhatian kami. Tentu pengawasan tetap kami lakukan untuk menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Sleman ," ujarnya. 

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Sleman menutup operasional Holywings pada (29/06/2022) lalu.

Penutupan tersebut merupakan imbas dari promosi yang menggunakan Muhammad dan Maria, hingga akhirnya menuai kritikan dari masyarakat. 

Pemerintah Kabupaten Sleman menilai Holywings melanggar Perda Nomor 12 Tahun 2022 yang menimbulkan kegaduhan dan mengganggu ketentraman masyarakat serta ketertiban umum. ( Tribunjogja.com

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved