Konflik Politik Irak
Iran Tutup Perbatasan Iran-Irak, Kuwait Minta Warganya Tinggalkan Irak
Pemerintah Iran meneutup perbatasan darat Iran-Irak, membatalkan penerbangan ke Baghdad. Kuwait meminta warganya meninggalkan Irak.
Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
Pasukan keamanan mengambil alih Istana Republik, di mana markas besar pemerintah berada setelah mereka dilaporkan menggunakan gas air mata dan meriam air terhadap pengunjuk rasa.
Kantor berita Shafaq melaporkan, mengutip sumbernya, pengikut Sadr menyerang kantor parlemen Irak dan pintu masuk ke kantor gubernur di Kegubernuran Karbala di selatan negara itu.
Sumber itu menambahkan para demonstran juga mendirikan tenda-tenda duduk di depan markas besar Kegubernuran Diyala di timur laut Baghdad.
Para pengunjuk rasa tidak akan mengakhiri protes mereka kecuali mereka menerima perintah langsung dari Komite Pusat di Baghdad.
Sementara itu, sebuah sumber yang dekat dengan Sadr mengatakan kepada kantor berita Shafaq ulama berpengaruh itu tetap tinggal di kediamannya di Kegubernuran Najaf di Irak selatan dan mengamati seksama peristiwa tersebut.
Selain itu, Sadr mengumumkan dimulainya mogok makan hingga berakhirnya kekerasan di Irak, menurut Hassan al-Athari, kepala blok Sadrist yang mengundurkan diri.
Menyusul kerusuhan ppolitik di Irak, pemerintah AS lewat Kedubes di Baghdad mengungkapkan keprihatinannya . Washington mendesak mereka untuk menahan diri dari kekerasan.
"Laporan kerusuhan di seluruh Irak hari ini mengkhawatirkan karena institusi Irak tidak diizinkan bekerja," kata kedutaan dalam sebuah pernyataan.
"AS prihatin atas meningkatnya ketegangan dan mendesak semua pihak untuk tetap damai dan menahan diri dari tindakan yang dapat mengarah pada spiral kekerasan," lanjut pernyataan itu.(Tribunjogja.com/Aljazeera/Sputniknews/xna)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/gelombang-kedua-serangan-rudal-iran-hantam-pangkalan-as-di-taji-utara-baghdad.jpg)