Konflik Politik Irak
Iran Tutup Perbatasan Iran-Irak, Kuwait Minta Warganya Tinggalkan Irak
Pemerintah Iran meneutup perbatasan darat Iran-Irak, membatalkan penerbangan ke Baghdad. Kuwait meminta warganya meninggalkan Irak.
Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
Pemimpin Syiah Irak itu membuat pernyataan untuk mengarahkan dan membimbing para pengikutnya.
Korban Sipil Berjatuhan
Sekurangnya 14 orang tewas menyusul geger politik pascapengunduran ulama berpengaruh Moqtada Sadr. Korban tewas kemungkinan akan terus bertambah.
Puluhan pendukung ulama Syiah itu menerobos masuk ke zona hijau Baghdad pada Senin (29/8/2022), tak lama setelah Moqtada Sadr mengumumkan pengunduran dirinya dari politik.
Polisi menggunakan meriam air terhadap pengunjuk rasa yang masuk ke zona hijau tempat gedung pemerintah dan kedutaan asing berada.
“Saya memutuskan saya tidak akan ikut campur dalam urusan politik. Sekarang saya mengumumkan pensiun terakhir saya (dari politik) dan penutupan semua institusi (milik gerakan Sadr)," cuit ulama asal Sdr City di Irak selatan itu.
Perdana Menteri Irak yang juga Panglima Angkatan Bersenjata, Mustafa Al-Kadhimi, telah mengarahkan Dewan Menteri untuk menangguhkan sesi sampai pemberitahuan lebih lanjut di tengah protes yang dilakukan pendukung Sadr.
Selain menewaskan 14 orang, bentrok bersenjata melukai 300 orang. Bentrokan terjadi antara pendukung Sadr dan kelompok bersenjata saingan politiknya di Baghdad dan beberapa provinsi lain. Laporan disampaikan stasiun televisi Al Arabiya.
Menurut saluran televisi, pertempuran sengit sedang berlangsung di Baghdad dan Basra antara brigade Saraya al-Salam (Pasukan Perdamaian) bawahan al-Sadr dan unit milisi Syiah al-Hashd al-Shaabi. Bentrokan melibatkan mortir dan senapan mesin berat.
Pemerintah Irak telah mengerahkan unit tentara di jalan-jalan Baghdad untuk memperkuat keamanan ketika kerusuhan oleh pendukung ulama Syiah berpengaruh Muqtada Sadr berlanjut.
Sebelumnya pada hari itu, para demonstran menyerbu Istana Republik di zona hijau Baghdad, beberapa jam setelah Sadr mengumumkan pengunduran dirinya yang terakhir dari politik dan penutupan semua kantor partai di tengah ancaman pemusnahan fisiknya.
Tentara tiba untuk memperkuat pasukan keamanan yang ada di kota itu. Pada saat yang sama, Perdana Menteri Irak Mustafa al-Kadhimi mengeluarkan dekrit yang melarang pasukan keamanan menembaki demonstran.
"Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata, Mr Mustafa Al-Kadhimi, mengarahkan menggunakan peluru tajam dan menembaki demonstran oleh elemen keamanan, militer, atau bersenjata apa pun sangat dilarang," kata kantor perdana menteri dalam sebuah pernyataan. .
Pernyataan itu menekankan pasukan keamanan bertanggung jawab untuk melindungi para demonstran dan setiap pelanggaran instruksi keamanan akan dikenakan pertanggungjawaban hukum.
Selain itu, pejabat tersebut memerintahkan untuk membuka penyelidikan mendesak atas peristiwa di zona hijau Baghdad untuk menemukan pelaku dan meminta pertanggungjawaban mereka sesuai dengan hukum.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/gelombang-kedua-serangan-rudal-iran-hantam-pangkalan-as-di-taji-utara-baghdad.jpg)