Pemanfaatan FABA Sebagai Ekonomi Sirkuler, Solusi Alternatif untuk Bertahan di Masa Krisis
Pemanfaatan FIBA bisa menjadi solusi alternatif bagi masyarakat, khususnya dalam upaya mewujudkan ekonomi sirkuler dan green economy.
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Muhammad Fatoni
Apalagi ke depan dengan semakin berkurangnya sumber daya alam maka pupuk berpotensi semakin langka.
“FABA sebagai alternatif pupuk ini perlu disosialisasikan ke petani secara luas. Ada abu atau debu kok bisa menjadi pupuk, terus bagaimana pemanfaatan lainnya selain untuk pupuk misalnya untuk pembedayaan UMKM lainnya juga harus dipahami dan diterapkan oleh masyarakat,” jelasnya.
Senada Pangkogabwilhan II Marsekal Madya Imran Baidirus menyatakan mendukung penuh pemanfaatan FABA. Ia juga akan menggunakan untuk pembangunan sarana dan prasarana di wilayahnya.
“Saya usul disusun juga komposisi standar penggunaannya, bagaimana metode/caranya membuat pupuk. Jadi memudahkan masyarakat pengguna tanpa coba-coba,” sambung Imran Baidirus.
Secara online Yusuf Didi Setiarto, Direktur Manajemen Sumber Daya Manusia PT PLN (Persero) mengungkapkan bahwa dalam rangka mewujudkan net zero emission 2060 penanganan soal FABA menjadi konsern bersama pemerintah dan PLN. FABA yang bukan merupakan limbah B3 menjadi sumber daya ekonomi sirkuler untuk dioptimalkan bagi kemaslahatan bersama.
“Dengan sinergi BUMN, Pemda, TNI, Polri, dan masyarakat luas untuk bergotong royong memberi nilai tambah FABA bagi kebutuhan rakyat. Membangun jalan, rumah, sarana prasarana serta mendorong tumbuhkembangnya energi hijau untuk hidup yang lebih baik,” ujarnya.
Menurut Didi, pemanfaatan FABA sebagai material untuk bangunan rumah, jalan, jembatan dan lain sebagainya dapat menekan biaya hingga 50 persen dibanding menggunakan material konvensional.
Hingga saat ini sudah ada 18,8 km jalan, 2 jembatan dan 3000 UMKM memanfaatkan FABA untuk berbagai keperluan tersebut.
Acara ditutup dengan penanaman tanaman pangan dan bioenergi sebagai langkah nyata upaya sirkuler ekonomi dalam menunjang program ekonomi hijau dan pemerataan pembangunan infrastruktur di seluruh wilayah Indonesia sebagaimana diamanatkan oleh Presiden Joko Widodo pada berbagai kesempatan. (*)