Berita Bantul Hari Ini
DKPP Bersama Kelompok Tani Berusaha Mengembangkan Varietas Kedelai Asli Bantul
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul mencatat bahwa beberapa komoditi di sektor pertanian mengalami surplus, kecuali kedelai.
Penulis: Santo Ari | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul mencatat bahwa beberapa komoditi di sektor pertanian mengalami surplus, kecuali kedelai.
Kepala DKPP Bantul, Joko Waluyo mengatakan, komoditi padi di Bumi Projotamansari surplus hingga 94 ribu ton dan jagung 5.000 ton.
"Bantul ini berbagai komoditas di Bantul surplus kecuali kedelai," ujar Joko Waluyo, Senin (22/8/2022).
Baca juga: Keterbatasan Lahan Jadi Tantangan Investasi di Kulon Progo
Ia menyatakan bahwa DKPP bersama kelompok tani sejak 2021 telah fokus menaikkan produktivitas kedelai.
Salah satu upayanya adalah menggenjot harga kedelai di pasaran bekerjasama dengan pihak swasta yang bersedia membeli kedelai dari para petani.
"Setelah bermitra, petani menggeliat lagi untuk tanaman kedelai, harapan kami, kedelai dapat digenjot untuk meningkatkan produktivitas di Bantul," ungkapnya.
Sampai saat ini bibit yang dikembangkan di Bantul masih mengambil dari luar daerah, yakni jenis Grobogan dan Anjasmoro yang asalnya dari Jawa Tengah.
Varietas Grobogan pun dapat mengantarkan Kelompok tani di Kiringan, Kapanewon Jetis juara tiga tingkat nasional dalam lomba produktivitas kedelai dengan capaian panen 2,4 ton per hektare.
Namun tak ingin berhenti di situ saja, DKPP akan terus berupaya agar para petani Bantul tak hanya mengandalkan bibit kedelai dari luar daerah.
Saat ini pihaknya tengah mengembangkan varietas baru atau kedelai jenis baru yang dapat dipakai para petani Bantul
"Kami sedang merintis bekerjasama dengan asosiasi petani kedelai dan akan meluncurkan varietas kedelai asli Bantul, insyaallah tahun depan," bebernya.
Sementara itu, Ketua Komisi B DPRD Bantul Wildan Nafis meminta agar pengembangan sektor pertanian di Bantul harus menjadi prioritas.
Selain merupakan kebutuhan pokok, banyak dari masyarakat Bantul berprofesi sebagai petani.
Menurut Wildan, keseriusan pemerintah daerah dalam pengembangan sektor pertanian juga tercermin pada alokasi anggaran yang dicukupkan terhadap bidang tersebut.
Baca juga: Sri Sultan HB X Ungkap Fakta Sejarah Bangunan Ndalem Gamelan yang Kini Jadi Graha Keris
"Dengan anggaran cukup maka instansi terkait bisa lebih mudah membuat program dan inovasi untuk peningkatan di sektor pertanian," ungkapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/berita-bantul_20180731_185700.jpg)