Update Berita Gunung Merapi

Gunung Merapi dalam Sepekan Terakhir : Luncurkan 23 Kali Guguran Lava, Jarak Luncur Capai 1,8 Km

Aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih cukup tinggi selama sepekan terakhir tepatnya sepanjang 12-18 Agustus 2022 lalu.

tangkapan layar
Visual Gunung Merapi 25/2/2022 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih cukup tinggi selama sepekan terakhir tepatnya sepanjang 12-18 Agustus 2022 lalu.

Pada minggu ini guguran lava teramati sebanyak 23 kali ke arah barat daya dan dominan mengarah ke Sungai Bebeng dengan jarak luncur maksimal 1.800 m.

"Aktivitas vulkanik Merapi masih cukup tinggi berupa aktivitas erupsi efusif. Status aktivitas ditetapkan dalam tingkat Siaga," kata Kepala BPPTKG Yogyakarta , Agus Budi Santoso, Minggu (21/8/2022).

Berdasarkan hasil analisis morfologi dari Stasiun kamera Tunggularum, Deles, Babadan, dan Ngepos, pada kubah barat daya Gunung Merapi tidak teramati adanya perubahan ketinggian kubah.

Baca juga: Update Gunung Merapi 21 Agustus 2022, Terjadi 14 Kali Gempa Guguran Pagi Ini

Begitu pula dengan kubah sisi tengah yang tidak mengalami perubahan morfologi secara signifikan.

"Berdasarkan analisis foto volume kubah terhitung tetap sebesar 1.664.000 m3, dan untuk kubah tengah sebesar 2.772.000 m3," sambungnya.

Kemudian dalam minggu ini aktivitas kegempaan Gunung Merapi masih tergolong intens. 

Tercatat ada 36 kali gempa Vulkanik Dangkal (VTB), 450 kali gempa Fase Banyak (MP), 1 kali gempa Frekuensi Rendah (LF), 407 kali gempa Guguran (RF), 58 kali gempa Hembusan (DG), dan 15 kali gempa Tektonik (TT).

"Intensitas kegempaan pada minggu ini masih cukup," terangnya.

Baca juga: BPBD Sleman Bunyikan 31 EWS di Lereng Gunung Merapi, 29 Sirine Berfungsi dengan Baik dan 2 Trouble

Selama tujuh hari terakhir tidak dilaporkan terjadi lahar maupun penambahan aliran di sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi meski terjadi hujan di Pos Pengamatan Gunung Merapi dengan intensitas curah hujan sebesar 52 mm/jam selama 60 menit pada 14 Agustus 2022 lalu.

Menimbang hasil pengamatan itu, status Gunung Merapi yang ditetapkan masih berada di level Siaga.  

Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.

Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved