Breaking News:

HUT Kemerdekaan RI

BPBD Sleman Bunyikan 31 EWS di Lereng Gunung Merapi, 29 Sirine Berfungsi dengan Baik dan 2 Trouble

"Hasil kegiatan, 29 sirine (EWS) hidup dan 2 troubel di Tangkisan, Ngrangkah," terang Kepala Pelaksana BPBD Sleman, Makwan, Rabu (17/8/2022). 

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Sleman 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Memperingati detik-detik proklamasi di Hari Ulang Tahun (HUT) ke-77 Kemerdekaan Republik Indonesia, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman membunyikan Early Warning System (EWS) secara serentak di 31 titik lereng Gunung Merapi.

Hasilnya 29 sirine berhasil berbunyi dengan baik. Namun ada 2 yang trouble. 

"Hasil kegiatan, 29 sirine (EWS) hidup dan 2 trouble di Tangkisan, Ngrangkah," terang Kepala Pelaksana BPBD Sleman, Makwan, Rabu (17/8/2022). 

Baca juga: UPDATE Covid-19 DI Yogyakarta 17 Agustus 2022: Tambah 60 Kasus Baru, 23 Pasien Sembuh

Sirine peringatan dini tanda bahaya ini dibunyikan serentak di 31 titik tepat pukul 10.00 WIB.

Pada jam itu, Tribun Jogja sedang berada di seputar Lereng Gunung Merapi dan bunyi sirine ini terdengar meraung-raung.

Namun hanya berlangsung sebentar. Hanya sekira satu sampai dua menit. Tidak ada kepanikan dari masyarakat. 

Dari 31 EWS yang dibunyikan, 29 EWS milik BPBD Sleman sedangkan 2 lainnya milik BPPTKG.

Dua EWS yang berada di Tangkisan dan Ngangkah mengalami trouble. Tidak berbunyi.

Sejauh ini, Makwan mengaku belum mengetahui penyebab utama, mengapa sirine kedua EWS tidak berbunyi. 

Baca juga: Warga Gelar Ponjong Fashion Show di Gunungkidul, Model Catwalk di Tengah Pematang Sawah

"Baru dicek, dirunut," kata dia.

Kedua EWS menurutnya akan segera diperiksa dan diperbaiki. 

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sleman, Bambang Kuntoro sebelumnya mengungkapkan, kegiatan ujicoba sirine EWS ini, selain memperingati HUT Kemerdekaan RI juga sebagai ujicoba mitigasi bencana dalam menghadapi kemungkinan situasi terburuk Gunung Merapi.

Mengingat gunung di perbatasan DIY - Jateng ini masih berstatus siaga III sejak 5 November 2020. (rif)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved