Berita Klaten

Kecamatan Ngawen dan BPKPAD Klaten, Terbaik Kelola Informasi Publik Tahun 2022

Pemerintah Kecamatan Ngawen ditetapkan menjadi badan publik terbaik dengan raihan nilai 93,3.

Editor: Hari Susmayanti
Istimewa
Bupati Klaten Sri Mulyani menyerahkan Piagam Penghargaan Pemeringkatan Keterbukaan Informasi Publik di lingkungan Pemerintah Kabupaten Klaten 2022 di acara malam Resepsi Peringatan HUT RI Ke-77 di Pendopo Setda Klaten, Rabu (17/08/2022). 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN – Hasil Pemeringkatan Keterbukaan Informasi Publik di lingkungan Pemerintah Kabupaten Klaten 2022 menetapkan Pemerintah Kecamatan Ngawen dan Badan PengelolaanKeuangan dan Pendapatan Asli Daerah (BPKPAD) sebagai badan publik terbaik mengelola informasi publik.

Pemerintah Kecamatan Ngawen ditetapkan menjadi badan publik terbaik dengan raihan nilai 93,3.

Peringkat kedua ditempati Kecamatan Karangdowo dengan nilai 84,3 dan ketiga Kecamatan Klaten Utara dengan skor 83,0.

Sedangkan BPKPAD ditetapkan menjadi badan publik terbaik dengan raihan nilai 90,3.

Peringkat kedua adalah Dinas Kesehatan meraih skor 90,2 dan ketiga adalah Dinas Perhubungan dengan skor 89,3.

Bupati Klaten Sri Mulyani menyerahkan langsung Piagam Penghargaan Pemeringkatan Keterbukaan Informasi Publik di lingkungan Pemerintah Kabupaten Klaten 2022 di acara malam Resepsi Peringatan HUT RI Ke-77 di Pendopo Setda Klaten pada Rabu (17/08/2022).

Baca juga: Produk dan Makanan Olahan Hasil Pertanian Klaten Dipamerkan di Pasar Tani

Baca juga: 12 Warga Karangnongko Klaten Terima UGR Tol Yogyakarta-Solo Rp 6,3 Miliar

Acara penyerahan penghargaan keterbukaan informasi publik itu dihadiri jajaran Forkompinda, pejabat setempat, panitia dan anggota Paskibraka Klaten.

“Saya berharap prestasi ini menjadi semangat. Selanjutnya jajaran Pemkab Klaten harus bekerja keras membuat inovasi di tahun-tahun depan” kata Sri Mulyani di sela-sela sambutannya.

Sementara itu Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Klaten Amin Mustofa menjelaskan Pemeringkatan Keterbukaan Informasi Publik 2022 kali pertama dilakukan di Klaten.

Dia menyebutkan dalam pemeringkatan itu menekankan pada tata kelola informasi.

“Penilaian itu melalui tahapan pengisian Self Assesment Quisonnay (SAQ), verifikasi dan visitasi faktual. Jadi badan publik harus mengunggah informasi publik itu melalui website. Lalu hasilnya diverifikasi untuk memperoleh sepuluh besar dan dilakukan visitasi faktual. Ke depan pemeringkatan akan tetap kami lakukan. Tema dan penekanannya saja yang berbeda” katanya. (*)

 

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved