Konflik Suriah
Turki Gempur Pasukan Suriah di Aleppo, Damaskus Balik Menyerang ke Idlib
Pasukan Turki menggempur kubu tentara Suriah di Aleppo, menewaskan tiga tentara Suriah. Damaskus balik menyerang ke pos-pos pasukan Turki di Idlib.
Penulis: Krisna Sumarga | Editor: Krisna Sumarga
TRIBUNJOGJA.COM, ALEPPO – Pasukan udara Turki menggempur posisi pasukan Suriah di Aleppo, menewaskan tiga tentara Suriah melukai enam lainnya, Selasa (16/8/2022) waktu setempat.
Menurut kantor berita Suriah, SANA, pasukan Damaskus balik menyerang posisi pos-pos militer Turki yang mengokupasi wilayah Idlib, menyebabkan jumlah korban yang tidak diketahui.
Menurut sumber-sumber SANA, angkatan bersenjata Suriah menanggapi agresi, menargetkan situs pendudukan dan menghancurkannya, menyebabkan kerugian manusia dan material.
Baca juga: Pentolan ISIS Asal Inggris Diciduk di Bandara Sepulang dari Turki
Baca juga: Suriah vs Kelompok Bersenjata Bentrok, Situasi di Idlib dan Aleppo Memanas
Baca juga: Serangan ke Idlib Bakal Dilanjutkan, Rusia Kirim Ratusan Tank ke Suriah
Beberapa lokasi milik militan anti-pemerintah yang didukung Turki juga diserang sebagai pembalasan atas gempuran jet tempur Turki ini.
“Dengan semakin intensifnya provokasi yang dilakukan rezim Turki dan serangan berulang-ulang di berbagai wilayah di wilayah Suriah, kami menegaskan setiap serangan terhadap setiap titik militer angkatan bersenjata kami akan ditanggapi langsung dan segera di semua lini,” kata sumber militer.
Kelompok militan yang disponsori Ankara menduduki sebagian besar wilayah di Suriah utara.
Turki secara teratur melakukan serangan terhadap milisi Kurdi di wilayah ini. Sekutu Turki, Tentara Nasional Suriah, dan musuh utamanya, YPG Kurdi, keduanya menentang pemerintah Bashar Assad.
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan telah berulang kali berjanji untuk membangun "zona aman" sepanjang 30 kilometer di sisi jauh perbatasannya dengan Suriah.
Awal bulan ini, dia mengatakan pasukan Turki akan segera meluncurkan operasi untuk “membersihkan daerah terakhir di mana organisasi teroris bersarang di Suriah,” mengacu pada tanah di sisi perbatasan Suriah yang masih dipegang oleh YPG.
Sebelumnya pada hari Selasa, Kementerian Pertahanan Turki mengatakan mereka telah menetralisir 13 teroris di dekat perbatasan sebagai pembalasan atas serangan mortir di pos perbatasan.
Operasi akan berlanjut di wilayah tersebut. Dalam pengumuman terpisah di Twitter, Kementerian Pertahanan Turki mengklaim pasukan mekanisnya telah membunuh lima pejuang Kurdi.
Serangan bertubi ini didufa kelanjutan dari peristiwa 14 Agustus. Pasukan Demokratik Suriah (SDF) Kurdi mengklaim telah menewaskan seorang mata-mata Turki,
Dua dua lainnya ditangkap dalam serangan baru-baru ini oleh para pejuangnya di provinsi timur laut Suriah, Al- Hasakah.
Serangan itu terjadi di desa Tell Brak di timur laut pedesaan al-Hasakah pada 11 Agustus. Dalam sebuah pernyataan, SDF mengatakan bahwa ketiga mata-mata itu semuanya adalah anggota satu sel MİT.
“Sel … terlibat dalam kesyahidan banyak rekan dan pejuang kami, dan itu memata-matai di daerah Tell Brak dan al-Qamishli untuk intelijen Turki, MİT, dan menyediakannya dengan informasi tentang pekerja di Administrasi Otonomi dan lainnya di lembaga sipil, dinas, dan militer,” bunyi pernyataan itu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/pesawat-tempur-rusia-bombardir-basis-pemberontak-di-suriah-tewaskan-78-orang.jpg)