Suriah vs Kelompok Bersenjata Bentrok, Situasi di Idlib dan Aleppo Memanas  

Suriah vs Kelompok Bersenjata Bentrok, Situasi di Idlib dan Aleppo Memanas  

Tayang:
Penulis: Setya Krisna Sumargo | Editor: Hari Susmayanti
SputnikNews
Ilustrasi pasukan suriah 

TRIBUNJOGJA.COM, BEIRUT – Situasi di Suriah barat laut dilaporkan memanas menyusul bentrok bersenjata pasukan Suriah dengan kelompok teroris bersenjata, Kamis (23/4/2020).

Pertempuran sengit meletus di sejumlah front garis depan, di Provinsi Idlib bagian selatan dan barat Kota Aleppo. Dua wilayah ini jadi basis kelompok bersenjata yang didukung Turki.  

Laporan ini dipublikasikan jaringan berita Al Masdar News dari Beirut, Lebanon.

Bentrokan dipicu serangan frontal militan ke kubu pertahanan pasukan Suriah di barat Aleppo.

Rangkaian tembakan artileri kaliber besar dilancarkan pasukan Damaskus ke arah kubu yang dikuasai pemberontak bersenjata, dekat tapal batas dengan Turki.

Tak lama dari serangan balasan ini, pasukan Suriah melancarkan gempuran ke basis-basis pertahanan militan di selatan Idlib, dekat kota Al Bara di sebelah utara Kafr Nabil.

Serangan di dekat Al Bara merupakan respon atas aksi bersenjata kelompok Hayat Tahrir Al Sham.

Kelompok ini dulunya bernama Jabhat Al Nusra, yang masuk kelompok organisasi teroris Al Qaeda.

Al Masdar News sebelumnya mendapatkan informasi dari pejabat militer Suriah, serangan ke kelompok bersenjata akan dilanjutkan meski perjanjian gencatan senjata Turki-Rusia 5 Maret 2020 masih berlaku.

Damaskus menganggap mereka punya hak untuk menumpas kelompok-kelompok militant yang merongrong kedaulatan negaranya.

Menurut kesepakatan gencatan senjata 5 Maret 2020 di Moskow, wilayah sepanjang 6 kilometer kiri kanan jalan raya M4 (M4 Highway) harus steril dari keberadaan aktivitas bersenjata.

Militan Suriah Menyerah, Mengaku Dilatih AS dan Ingin Kembali Hidup Normal

Presiden Suriah Bashar Al-Assad Kirim Surat Ucapan Selamat Hari Matahari, Kim Jong Un Sampaikan Ini

Jalan raya itu menghubungkan kota pelabuhan Latakia dan kota industri Aleppo.

Pasukan Rusia dan Turki bersepakat menggelar patroli bersama di sepanjang jalan raya itu.

Namun patroli gabungan itu tidak pernah berhasil, karena kelompok militan binaan Turki memblokir jalan, menghancurkan jembatan, dan mengancam pasukan Rusia.

Berbagai kelompok radikal menolak gencatan senjata, kehadiran pasukan Rusia, dan tetap bersikukuh akan meneruskan perlawanan ke pasukan Damaskus.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved