Berita Klaten Hari Ini

Melihat Stoom Walls Langka Buatan Jerman Berusia Hampir Satu Abad di Klaten

Pemandangan unik terlihat di pintu masuk Bukit Sidoguro, Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Senin (15/8/2022).

Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM/ Almurfi Syofyan
Penampakan stoom walls langka buatan Jerman yang terparkir di pintu masuk Bukit Sidoguro, Krakitan, Bayat, Klaten, Jawa Tengah, Senin (15/8/2022). 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Pemandangan unik terlihat di pintu masuk Bukit Sidoguro, Desa Krakitan, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Senin (15/8/2022).

Pasalnya, di sebuah area bidang tanah terparkir satu unit stoom walls atau alat berat yang cukup langka.

Alat berat yang biasa digunakan untuk meratakan tanah dalam pembuatan jalan beraspal itu sudah satu minggu terakhir parkir di lokasi itu.

Baca juga: FPPI DIY Dukung Kebaya Goes to UNESCO, Libatkan Buruh Gendong di Pasar Beringharjo

Sebelumnya, stoom walls yang diketahui buatan Jerman itu terpakir di dermaga waduk Rawa Jombor.

Namun, sejak area waduk termasuk dermaga menjalani revitalisasi maka posisi stoom walls tersebut dipindah ke area Bukit Sidoguro.

"Stoom Walls itu sudah seminggu pindah ke dekat bukit Sidoguro, kalau dulu letaknya memang di area dermaga Rawa Jombor," ujar seorang warga sekitar Sutomo (50) pada TribunJogja.com, Senin (15/8/2022).

Ia mengatakan, stoom tersebut awalnya dipajang oleh Dinas Pariwisata Klaten yang saat ini bernama Dinas Kebudayaan Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Dibudporapar) Klaten sejak tahun 1993 di lokasi tersebut.

Kala itu, pihak dinas menyebut jika stoom walls itu bagian dari sejarah yang membantu membuka dan meratakan jalan menuju kawasan Rawa Jombor.

"Kalau warga sini kurang tahu, apa itu pernah dipakai dulu atau tidak, yang saya ingat itu sudah lama dipajang di Rawa Jombor, sejak 1993 atau 1994," jelasnya.

Stoom walls berkelir kuning tersebut dibuat oleh perusahaan alat berat asal Jerman tahun 1929 atau hampir satu abad.

Baca juga: Pemkab Kulon Progo Akan Gelar Manunggal Fair 2022 untuk Peringati Hari Jadi ke-71

Pengamatan TribunJogja.com, mesin dari stoom walls itu telah dicopot, beberapa bagian dari alat berat itu mulai berkarat karena dimakan usia.

Di bagian samping stoom walls terdapat tulisan Munchen 1929.

Stoom walls itu memiliki roda sebanyak tiga buah yang terbuat dari baja. Belum diketahui berapa bobot dari stoom walls tersebut.

"Namun ini informasinya memang sudah ada sejak zaman kolonial Belanda, tapi kurang jelas di mana digunakan," tutup Sutomo. (Mur)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved