Berita Kota Yogya Hari Ini

FPPI DIY Dukung Kebaya Goes to UNESCO, Libatkan Buruh Gendong di Pasar Beringharjo

DPD Forum Pemberdayaan Perempuan Indonesia (FPPI) DIY menggelar event 'Merdeka Berkebaya', di kawasan Malioboro, Kota Yogyakarta, Senin (15/8/2022)

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM/ Azka Ramadhan
Jajaran FPPI DIY berfoto bersama para buruh gendong Pasar Beringharjo, di sela program merdeka berkebaya, di kawasan Malioboro, Kota Yogya, Senin (15/8/2022) sore. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - DPD Forum Pemberdayaan Perempuan Indonesia (FPPI) DIY menggelar event 'Merdeka Berkebaya', di kawasan Malioboro, Kota Yogyakarta, Senin (15/8/2022) sore.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk dukungan terhadap wacana kebaya goes to UNESCO.

Ketua DPD FPPI DIY, Prof. Wiendu Nuryanto, menuturkan, lewat event 'Merdeka Berkebaya', pihaknya menggandeng sejumlah perempuan buruh gendong yang sehari-harinya beroperasi di Pasar Beringharjo, untuk ikut serta dalam langkah pelestarian pakaian tradisional itu.

Baca juga: Pemkab Kulon Progo Akan Gelar Manunggal Fair 2022 untuk Peringati Hari Jadi ke-71

"Makanya, hari ini kita bersilaturahmi dengan para buruh gendong di Pasar Beringharjo. Kita bagikan sembako, serta kebaya dan kain batik juga, untuk menyemangati mereka yang tanpa lelah mengais nafkah," urainya.

Dipilihnya buruh gendong jadi sasaran gerakan 'Merdeka Berkebaya' pun bukan tanpa alasan.

Menurut Wiendu, saat ini, buruh gendong tampil sebagai ujung tombak pelestari kebaya, terutama di wilayah DI Yogyakarta.

"Mereka salah satu pejuang merdeka berkebaya. Sebab, dalam sehari-hari, ketika bekerja, beraktivitas, banyak kan yang konsisten berkebaya. Itu yang coba kita dorong, ya, supaya bisa dipertahankan terus," jelasnya.

"Bagi kami, buruh gendong adalah lambang perempuan tangguh, yang ikut ambil bagian dalam pelestarian tradisi, khususnya pakaian kebaya," lanjut Wiendu.

Baca juga: Tips Sehat Pengobatan Diabetes: Ini 2 Cara Cepat Turunkan Gula Darah, Cegah Komplikasi

Secara garis besar, ia pun menyebut, semangat berkbaya yang ditunjukkan warga masyarakat Yogyakarta terbilang masih cukup tinggi.

Menurutnya, di daerah istimewa ini, masih banyak dijumpai anak-anak muda yang tampak percaya diri berkebaya, dalam aktivitasnya.

"Masih sangat bagus, kalau dibandingkan daerah lain. Ya, kebaya sebagai budaya Indonsia harus kita lestarikan dan diperjuangkan eksistensinya," ujarnya. (aka)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved