Kisah Inspiratif

Mengenal Mamey Sapote , Sawo Raksasa yang Berhasil Dibudidayakan oleh Petani di Magelang

Buah Mamey Sapote atau nama ilmiah Pouteria sapota merupakan buah asli dari Amerika Latin. Di Indonesia, buah ini sering dijuluki sebagai sawo raksasa

TRIBUNJOGJA.COM/ Nanda Sagita Ginting
Khoirul (47) saat memperlihatkan hasil panen Mamey Sapote di rumahnya, pada Rabu (03/08/2022) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Buah Mamey Sapote atau nama ilmiah Pouteria sapota merupakan buah asli dari Amerika Latin. Di Indonesia, buah ini sering dijuluki sebagai sawo raksasa karena memiliki ukuran yang besar.

Satu buah Mamey Sapote bisa memiliki berat hingga 2 kilogram. Membuatnya, jauh lebih besar bila dibandingkan dengan sawo pada umumnya.

Kemudian warna daging buahnya, jika sawo biasa memiliki daging buah berwarna kecoklatan. Berbeda, Mamey sapote memiliki daging buah berwarna merah kekuning-kuningan.

Baca juga: Sebanyak 1.350 Peserta Bakal Ramaikan Antangin Tour de Ambarrukmo

Sedangkan dari segi rasa, sawo Mamey Sapote memiliki rasa khas yakni, perpaduan antara manisnya seperti ubi cileumbu, pepaya, namun tetap ada aroma sawo yang kuat.

Sementara, sawo pada umumnya dominan hanya memiliki rasa manis.

Kemudian, untuk tekstur buah Mamey Sapote cenderung masih memiliki kesamaan dengan sawo pada umumnya namun kandungan airnya lebih sedikit.

Keunikan buah inilah, membuat  Moh Khairul Soleh (47), seorang petani di Dusun Kebonkliwon, RT.009/RW.006, Demangan, Kebonrejo, Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah tergerak untuk membudidayakan buah jumbo tersebut. 

Ia menuturkan, mulai berkenalan dengan Mamey Sapote sejak 2012 lalu. Awalnya, hanya membeli satu pohonnya seharga Rp5 juta.

Tak berselang lama, sekitar tujuh bulan pohon itu berbuah. Dari sinilah muncul ide untuk membudidayakan lewat  biji-biji yang disemai menjadi bibit.

"Saya total ada 15 pohon sekarang, yang di rumah sebanyak  6 pohon  dan sawah sebanyak 9 pohon. Semua sudah buah, . Yang, di sawah ditanam dari biji ternyata tidak lama juga berbuah. Kalau, yang di rumah ini bibit sambung. Rata-rata membutuhkan waktu sekitar 9 bulan baru buah bisa siap panen ,"ujarnya saat ditemui di lokasi pada Rabu (03/08/2022).

Ia berujar, membudidayakan Mamey Sapote tak selalu berjalan mulus. Beberapa kali, bibit yang disemainya  gagal untuk tumbuh.

"Ini butuh proses, tidak langsung bisa. Awal mencoba budidaya , bibitnya pada mati karena terkena angin. Jadi gagal semua itu,"terangnya.

Namun, dirinya tak pantang menyerah. Dengan, ketekunannya dan terus mencoba membuatnya berhasil menemukan rumus membudidayakan Mamey Sapote

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved