Berita Klaten Hari Ini
Lima Hari Tak Terlihat, Pria di Klaten Selatan Ditemukan Meninggal Dunia di Kamar Mandi
Seorang pria berinisial JS (50) warga Desa Sumberejo, Kecamatan Klaten Selatan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah ditemukan meninggal dunia di kamar mandi
Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Seorang pria berinisial JS (50) warga Desa Sumberejo, Kecamatan Klaten Selatan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah ditemukan meninggal dunia di kamar mandi rumahnya.
Pria yang sehari-hari bekerja sebagai buruh tersebut, dilaporkan sudah lima hari terakhir tak terlihat beraktivitas di luar rumah oleh tetangganya sebelum akhirnya ditemukan meninggal dunia, Senin (1/8/2022) pagi.
Kasi Humas Polres Klaten, Iptu Abdillah membenarkan adanya laporan penemuan warga yang meninggal dunia tersebut.
Baca juga: Sebanyak 2.171 Warga Klaten di 8 Kecamatan Masuk Data Penerima Bantuan Set Top Box dari Kominfo
Menurutnya, JS ditemukan saksi atau tetangganya dalam keadaan meninggal dunia sekitar pukul 06.30 WIB.
"Saksi yang rumahnya berada di depan rumah korban melihat rumah korban sudah sejak hari Rabu, tanggal 27 Juli 2022 dalam keadaan tertutup," ujarnya.
Kemudian, saksi 1 memberitahukan hal tersebut pada saksi 2 dan selanjutnya memberitahukan pada anak korban.
Kemudian para saksi dan anak korban bersama-sama masuk ke dalam rumah untuk melihat keadaan korban.
"Didapati korban sudah meninggal dunia di kamar mandi dalam keadaan tengkurap," ucapnya.
Diakui Abdillah, dari hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh tim medis dari Puskesmas Klaten Selatan beserta tim Inafis Polres Klaten tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan yang terjadi pada tubuh korban.
"Korban diperkirakan telah meninggal dunia sudah sejak lima hari yang lalu," jelasnya.
Baca juga: Tiket Piala AFF U16 Dianggap Mahal, Ketum PSSI Perintahkan Sekjen Untuk Menurunkan Harga
Menurutnya, JS diketahui tinggal sendirian di rumahnya yang berada di Desa Sumberejo tersebut.
"Dugaan sementara korban meninggal dunia karena terpeleset dan kepala terbentur dinding kamar mandi," ucapnya.
Ia menjelaskan, jika keluarga korban telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan segera memakamkan korban sesuai dengan agamanya. (Mur)