Berita Bantul Hari Ini

Forpi Bantul Temukan Kasus Warga Dijanjikan Jadi PHL dengan Bayar Rp 50 Juta

Kedua korban dijanjikan oleh oknum PHL di Dinas Pariwisata di mana mereka akan ditempatkan di pos Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) Parangtritis.

Penulis: Santo Ari | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Bantul 

TRIBUNJOGJA.COM - Forum Pemantau Independen (Forpi) Bantul menemukan kasus dugaan suap.

Di mana dua warga Bantul dijanjikan bisa menjadi pegawai harian lepas (PHL) di Dinas Pariwisata (Dispar) Bantul dengan syarat harus membayar Rp 50 juta per orang.

Kedua warga Bantul itu bahkan sudah mencicil masing-masing Rp25 juta.

Anggota Forpi Bantul, Abu Sabikhis, menyatakan telah menerima laporan korban.

Kedua korban dijanjikan oleh oknum PHL di Dinas Pariwisata di mana mereka akan ditempatkan di pos Tempat Pemungutan Retribusi (TPR) Parangtritis.

Baca juga: Bupati Abdul Halim Minta Bamuskal Jalankan Semua Tahapan Pilurdes Serentak Kabupaten Bantul

Bahkan oknum PHL tersebut memastikan kedua calon PHL itu bisa masuk dengan jalan melalui ajudan bupati Bantul.

"Syaratnya, mereka harus membayar Rp 50 juta. Keduanya sudah membayar masing-masing Rp25 juta," ujarnya saat dihubungi Kamis (14/7/2022).

Terkait laporan tersebut, Abu pun lantas mengkonfirmasi langsung ke Dinas Pariwisata pada 13 Juli lalu.

Pertemuan itu dihadiri langsung oleh Sekretaris Dinas Pariwisata Bantul , Jati Banyubroto.

Dalam pertemuan tersebut, Forpi mendapatkan informasi bahwa Dinas Pariwisata tidak ada ketentuan penarikan uang untuk calon PHL , bahkan pihak Dinas Pariwisata sudah tidak menerima calon PHL karena ada moratorium dari Pemerintah Pusat untuk tidak merekrut honorer karena keterbatasan anggaran.

Pihaknya juga melakukan klarifikasi ke ajudan Bupati dan mendapat bantahan dari ajudan tersebut.  

Baca juga: Bupati Halim Jamin Kembalikan Pajak Masyarakat Bantul Dalam Bentuk Pembangunan

"Tapi kasusnya ada, bahkan korban sendiri mengaku dimintai uang dan sudah menyerahkan Rp25 juta. Dari penelusuran, salah satu korban juga sudah mendapat pengembalian uang dari oknum PHL tersebut, yang satu belum," bebernya.

Terpisah, Sekretaris Dinas Pariwisata Bantul, Jati Banyubroto saat dimintai konfirmasi membantah adanya kasus tersebut.

Dirinya pun menyatakan bahwa Dinpar tidak ada kaitannya dengan kasus tersebut.  

Dalam kesempatan itu, Jati mengatakan bahwa PHL yang terlibat dalam kasus tersebut bukan berada di instansinya.

"Kalau dinas tidak ada kaitan apa-apa dengan masalah PHL, enggak ada," tambahnya.( Tribunjogja.com )  

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved