Gunung Merapi

UPDATE Gunung Merapi 3 Juli 2022: Luncurkan 1 kali Guguran Lava Sejauh 1.200 Meter Siang Ini

Gunung Merapi di perbatasan DI Yogyakarta dan Jawa Tengah meluncurkan satu kali guguran lava sepanjang periode pengamatan pukul 06.00-12.00 WIB,

Penulis: Yuwantoro Winduajie | Editor: Kurniatul Hidayah
Tangkapan Layar
Tangkapan CCTV Gunung Merapi 3 Juli 2022 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Gunung Merapi di perbatasan DI Yogyakarta dan Jawa Tengah meluncurkan satu kali guguran lava sepanjang periode pengamatan pukul 06.00-12.00 WIB, Minggu (3/7/2022).

Sepanjang periode pengamatan tersebut, Gunung Merapi juga mengalami 15 kali gempa guguran, 2 kali gempa hybrid atau fase banyak, dan 1 kali gempa vulkanik dangkal.

"Teramati 1 kali guguran lava dengan jarak luncur 1200 meter ke barat daya," terang Kepala BPPTKG , Agus Budi Santoso .

Baca juga: Kebijakan Pelonggaran Penggunaan Masker Dicabut, Sekda DIY: Masyarakat Diimbau Kurangi Mobilitas

Sebelumnya, pada pukul 00.00-06.00 WIB, Gunung Merapi tercatat meluncurkan 4 kali guguran lava pijar dengan jarak maksimal 1.500 meter ke arah barat daya.

Untuk hasil amatan visual lain menunjukkan adanya kabut tebal di sekitar Merapi yang membuat asap kawah tak teramati.

Selama enam jam terakhir cuaca di Merapi adalah cerah, berawan, dan mendung. Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah timur.

Suhu udara 20-25 °C, kelembaban udara 61-80 persen, dan tekanan udara 627-687 mmHg.

"Dari hasil pengamatan maka tingkat aktivitas Gunung Merapi adalah level III atau Siaga," terangnya.

Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.

Baca juga: IBI Bantul Gelar Sidang Ilmiah Puncak HUT ke-71, Deretan Isu Strategis Kebidanan Jadi Sorotan

Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya dan mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi serta mewaspadai bahaya lahar terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.

"Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali," terangnya. (tro)

 

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved