Berita Gunungkidul Hari Ini
DPKH Gunungkidul Sebar 500 Dosis Vaksin PMK ke 6 Kapanewon
Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Gunungkidul mulai gencar melakukan vaksinasi pencegahan Penyakit Mulut dan Kuku ( PMK ) pada ternak .
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Gunungkidul mulai gencar melakukan vaksinasi pencegahan Penyakit Mulut dan Kuku ( PMK ) pada ternak .
Vaksinasi dilakukan setelah pasokan vaksin turun dari pusat.
Kepala DPKH Gunungkidul Wibawanti Wulandari menyampaikan pelaksanaan vaksinasi PMK sudah dimulai sejak awal Juli ini.
Baca juga: Menparekraf Sandiaga Uno Kunjungi Desa Wisata Widosari Kulon Progo dan Dorong Pengembangannya
"Sebenarnya sudah kami mulai, tapi pencanangan resminya pada Sabtu (02/07/2022) kemarin," kata Wibawanti dihubungi pada Minggu (03/07/2022).
Ia mengatakan pelaksanaan vaksinasi ini merupakan tahap pertama.
Ada 500 dosis vaksin PMK yang diterima dari pusat, dari total 3 juta vaksin yang didistribusikan secara nasional.
Menurut Wibawanti, target vaksinasi tahap pertama ini sebenarnya untuk sapi perah. Namun karena Gunungkidul tidak memiliki sapi jenis tersebut, maka vaksin diberikan ke pedukuhan dengan status Zona Hijau atau bebas PMK.
"Prosesnya dilakukan oleh petugas Puskeswan dari 6 kapanewon," jelasnya.
Ada 4 Puskeswan yang mendapat kuota masing-masing sebanyak 100 dosis vaksin. Antara lain Kapanewon Playen, Wonosari, Nglipar, dan Karangmojo.
Sedangkan 100 dosis sisanya dibagi untuk 2 kapanewon. Masing-masing 50 dosis untuk Kapanewon Panggang dan 50 dosis untuk Semanu.
"Total ada 102 petugas yang diterjunkan, terdiri dari 24 dokter hewan dan 88 petugas lainnya," ujar Wibawanti.
Baca juga: UPDATE Gunung Merapi 3 Juli 2022: Luncurkan 1 kali Guguran Lava Sejauh 1.200 Meter Siang Ini
Menurutnya, stok vaksin saat ini berasal dari luar negeri.
Meski demikian, menurut informasi Indonesia akan mulai memproduksi vaksin PMK sendiri pada Agustus mendatang, berpusat di Surabaya, Jawa Timur.
Wakil Bupati Gunungkidul Heri Susanto berharap gerakan vaksinasi bisa menekan potensi penyebaran PMK pada ternak.
Apalagi saat ini sudah mendekati momen Iduladha, di mana ternak seperti sapi dan kambing dimanfaatkan untuk kurban.
"Kami harap PMK di Gunungkidul bisa lebih terkendali setidaknya sebelum Iduladha," kata Heri belum lama ini. (alx)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/vaksinasi-PMK-Gunungkidul-pada-Sabtu-02072022.jpg)