Berita DI Yogyakarta Hari Ini
70 Klub Memeriahkan Sayembara Jemparingan di Yogyakarta
Para peserta akan merebutkan tropi bergilir dari Sri Paduka Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo Paku Alam Ingkang Jumeneng Kaping Sedoso.
Penulis: Neti Istimewa Rukmana | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.YOGYA - Pagelaran Sayembara Jemparingan merupakan rangkaian Mangayubagyo Hadeging Kadipaten Pakualaman ke-210 berdasarkan hitungan Masehi.
"Kegiatan itu kami lakukan memang tidak sebesar apabila kami melakukan kegiatan jemparingan Hadeging Kadipaten Pakualaman untuk tahun Jawa berhubung kondisi saat ini yang masih belum sepenuhnya bisa melaksanakan kegiatan besar karena pandemi Covid-19," kata Ketua Panitia Sayembara Jemparingan, KRT Radyowisroyo, saat memberikan laporan Sayembara Jemparingan, di Lapangan Kopertis, Kelurahan Bumijo, Kemantren Jetis, Kota Yogyakarta , Minggu (29/6/2022) pagi.
Kegiatan itu pun diikuti oleh 70 klub atau paguyuban jemparingan yang khusus ada di Daerah Istimewa Yogyakarta .
Sementara itu, jumlah peserta Sayembara Jemparingan ialah 160 orang yang terdiri atas 28 orang peserta perempuan dan 132 adalah peserta pria.
Baca juga: Kadipaten Pakualaman Yogyakarta Gelar Jemparingan Sehat
Namun, jumlah peserta tersebut hanyalah pilihan dari setiap klub di DIY.
Dalam penyelenggaraan itu, para peserta akan merebutkan tropi bergilir dari Sri Paduka Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo Paku Alam Ingkang Jumeneng Kaping Sedoso.
Kegiatan Sayembara Jemparingan pernah tidak terlaksana selama dua tahun yang lalu disebabkan adanya pandemi Covid-19.
"Tetapi, insyaallah untuk tahun-tahun yang akan mendatang, setiap Juni akan kami selenggarakan Jemparingan pelesiran itu"
Artinya, apabila kondisi dan situasi Covid-19 pada 2023 membaik, pihaknya akan menggelar kegiatan festival yang diikuti oleh peserta dari DIY, Nasional, maupun Internasional.
Acara itu pun dihadiri oleh Kepala Dinas Pariwisata DIY, Singgih Raharja.
Pihaknya pun merasa senang bisa menghadiri Sayembara Jemparingan setelah dua tahun tidak terlaksana.
"Kali ini ibarat pemanasan kembali untuk nantinya pada 2023 bisa diselenggarakan lebih besar lagi dengan menghadirkan para wisatawan minat khusus jemparingan dan hadir di DIY mengikuti Sayembara Jemparingan ," katanya.
Kegitan itu tentu pun didukung penuh oleh Dinas Pariwisata DIY, sebab terdapat dua makna yang bisa diambil berdasarkan manfaatnya.
Yang pertama dari sisi kepariwisataan tentu bisa mengundang para wisatawan minat khusus dari luar DIY sehingga multiplier effect yang timbul akan besar.
Tidak hanya itu saja, ekonomi kreatif pun turut berkembang dari segi perajin alat-alat memanah dan sisi fesyen pakaian tradisional untuk melakukan jemparingan turut menjadi produk ekonomi kreatif.
Sementara itu makna kedua, paparnya, dapat dilihat dari sisi pelestarian.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/70-Klub-Memeriahkan-Sayembara-Jemparingan-di-Yogyakarta.jpg)