Yogyakarta
Kadipaten Pakualaman Yogyakarta Gelar Jemparingan Sehat
Jemparingan Sehat merupakan upaya Kadipaten Pakualaman untuk terus melestarikan budaya jemparingan.
Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Gaya Lufityanti
Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Jemparingan merupakan olahraga panahan asli Yogyakarta.
Sama dengan memanah, jemparingan juga harus tepat sasaran.
Yang membedakan, Jemparingan memiliki sasaran yang sangat kecil bernama bandulan dengan bentuk silinder.
Cara Jemparingan juga sedikit berbeda, sebab Jemparingan harus dilakukan dengan duduk bersila.
Bagi yang belum pernah memanah, tentu akan mengalami kesulitan.
Begitu pula dengan Prista Sabrina (17).
• Dua Tahun Berjalan, Jemparingan Sehat Kadipaten Pakualaman Semakin Diminati Masyarakat
Prista, sapaannya baru kali ini mengikuti Jemparingan.
Ia harus mencoba berkali-kali, sampai akhirnya ada satu panah yang menancap pada bandulan.
"Susah, tadi sudah mencoba berkali-kali. Mungkin lebih dari 30 kali, dan cuma satu yang tetap sasaran. Memang sudah, harus benar-benar konsentrasi. Tidak bisa asal-asalan,"katanya usai berlatih jemparingan di Pakualaman, Sabtu (15/02/2020).
Warga Pajangan, Bantul tersebut memang baru satu kali ikut belajar Jemparingan.
Meski demikian, ia merasa senang.
"Kemarin sempat lihat (latihan Jemparingan), terus tertarik kayaknya seru. Sekarang coba ikut. Pertama susah, narik busurnya berat. Tetapi senang, karena mendapat pengalaman baru dan dapat teman baru," sambungnya.
Ia pun mendukung Jemparingan Sehat yang diselenggarakan oleh Kadipaten Pakualaman Yogyakarta.
• Super Gampang! Tutorial Make Up Khusus untuk Musim Hujan
Menurut dia dengan adanya Jemparingan Sehat, anak muda bisa turut melestarikan budaya Yogyakarta.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/kadipaten-pakualaman-yogyakarta-gelar-jemparingan-sehat.jpg)