Dua Tahun Berjalan, Jemparingan Sehat Kadipaten Pakualaman Semakin Diminati Masyarakat

Dua Tahun Berjalan, Jemparingan Sehat Kadipaten Pakualaman Semakin Diminati Masyarakat

Dua Tahun Berjalan, Jemparingan Sehat Kadipaten Pakualaman Semakin Diminati Masyarakat
Tribunjogja/Christi Mahatma Wardhani
Kegiatan jemparingan sehat yang dilaksanakan oleh Kadipaten Pakualaman setiap Sabtu 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kadipaten Pakualaman terus berupaya untuk melestarikan tradisi jemparingan dengan melaksanakan kegiatan Jemparingan Sehat.

Kegiatan jemparingan ini dilaksanakan setiap Sabtu.

Pelatih Jemparingan, KMT Sestrodiprojo mengatakan pelatihan jemparingan merupakan upaya Kadipaten Pakualaman untuk terus melestarikan budaya jemparingan.

"Kami namakan Jemparingan Sehat. Masyarakat boleh datang untuk belajar setiap pukul 08.00 sampai 11.00, kecuali Sabtu Kliwon. Terbuka untuk umum, anak-anak dan lansia juga boleh ikut. Kami sudah menyediakan busurnya, pelatih juga ada, camilan juga kami sediakan,"katanya saat ditemui Tribun Jogja disela latihan di Pakualaman, Sabtu (15/02/2020).

"Kanjeng Gusti Pakualam X memang sangat peduli dengan jemparingan. Beliau mengemban tugas untuk melestarikan budaya, sehingga jemparingan ini rutin dilaksanakan. Tujuannya ya untuk melestarikan budaya jemparingan, selain itu ya untuk kesehatan karena berolahraga,"sambungnya.

UNY Kukuhkan Mutiara Nugraheni sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Teknologi Pangan

Menikmati Panorama Alam Kulon Progo dengan Bersepeda, Susur Selokan Kalibawang

Ia melanjutkan, jemparingan sehat yang dilaksanakan oleh Kadipaten Pakulaman cukup diminati oleh masyarakat.

Sejak digalakkan dua tahun lalu, peserta jemparingan sehat selalu bertambah.

"Saya sangat senang, karena banyak sekali peminatnya. Mulai dari anak sampai orangtua ikut. Dan yang paling membanggakan adalah banyak remaja yang justru tertarik,"lanjutnya.

Ia pun berharap semakin banyak generasi muda yang belajar jemparingan. Selain melatih konsentrasi, jemparingan juga bermanfaat untuk mengolah emosi hingga cara berpikir cepat. (Tribunjogja/Christi Mahatma Wardhani)

Penulis: Christi Mahatma Wardhani
Editor: Hari Susmayanti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved