Berita Pendidikan Hari Ini
UGM Terjunkan 6.247 Mahasiswa KKN-PPM
Ribuan mahasiswa akan bekerja bersama masyarakat selama 50 hari sejak 25 juni hingga 13 agustus mendatang.
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Gaya Lufityanti
Di samping akan semakin tertanam pada diri mereka tentang semangat nilai nasionalisme dan jiwa Pancasila.
“Diharapkan pula akan tumbuh keuletan, etos kerja, tanggung jawab, kemandirian, kepemimpinan dan kewirausahaan,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Rektor berpesan agar mahasiswa bisa menjaga dan menjunjung nama baik universitas dengan dedikasi dan prestasi kerja yang tinggi.
Sebab keberhasilan KKN-PPM UGM merupakan salah satu kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar Universitas Gadjah Mada.
“Selamat mengabdi kepada para mahasiswa peserta KKN. Semoga program-program pengabdian yang saudara rencanakan dapat berjalan lancar dan membawa manfaat besar bagi masyarakat, serta pengembangan kepribadian dan pengetahuan itu sendiri,” katanya.
Direktur Pengabdian kepada Masyarakat Universitas gadjah Mada Prof. Ir. Irfan Dwidya Prijambada, M.Eng., Ph.D., melaporkan bahwa Kegiatan operasional lapangan KKN PPM dilaksanakan selama 50 hari secara luring atau tatap muka sejak 25 Juni 2022 hingga 13 Agustus 2022 mendatang.
Baca juga: UGM Dorong Komisi Etik Penelitian Raih Sertifikasi Internasional
Selama di lapangan, UGM bekerja sama dengan perguruan tinggi mitra di wilayah setempat seperti Universitas Borneo Tarakan, Kalimantan Utara, Universitas Nahdlatul Ulama Al-Ghazali, Cilacap, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Tangerang, Universitas Negeri Gorontalo, Universitas Brawijaya, Malang, Universitas Teknologi Bandung, dan Universitas Islam Negeri Sumatera Utara, Medan.
Selama berada di lokasi kerja, mahasiswa peserta KKN-PPM UGM dibimbing oleh 228 orang Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) dan 24 orang Koordinator Wilayah (Korwil).
Sementara Bupati Sumba Barat Yohanis Dade, dalam pengarahannya menyampaikan apresiasi pada UGM yang menempatkan sekitar 222 mahasiswa KKN di Sumba Barat.
“Saya menyambut gembira karena dengan pengetahuan yang dimiliki mahasiswa bisa disumbangkan lewat pengabdian pada masyarakat. Adanya KKN ini akan membantu masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan serta mencerdaskan masyarakat,” ungkapnya.
Ia berharap mahasiswa yang melaksanakan KKN dapat melakukan identifikasi masalah yang dihadapi dan terjadi di masyarakat sebagai bahan masukan dan rekomendasi pada pemerintah.
“Diharapkan mahasiswa bisa mengurangi masalah seperti masalah stunting dan pengembangan sektor pariwisata sebagai lokus pembangunan,” katanya. ( Tribunjogja.com )