Bupati Bantul Abdul Halim Muslih

Bupati Abdul Halim Serius Tangani Masalah Sampah di Bantul

Bupati Abdul Halim meminta warga untuk memiliah sampah mulai dari rumah sehingga bisa mengatasi permasalahan sampah yang ada di TPST Piyungan

Penulis: Agus Wahyu | Editor: Hari Susmayanti
Istimewa
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih melihat secara langsung kondisi terkini TPST Piyungan, Kamis (13/5/2022). 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Bupati Bantul Abdul Halim Muslih tampak mengamati tumpukan sampah menggunung yang tengah dipindahkan menggunakan alat-alat berat oleh para pekerja di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan, Kamis (12/5/2022).

Di lokasi TPST ini, Abdul Halim sengaja menyempatkan diri untuk melihat secara langsung kondisi TPST Piyungan pasca-kesepakatan dicapai Pemerintah DIY dan masyarakat Piyungan yang diikuti pembukaan blokade pada Kamis (12/5/2022).

Bersama Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Bupati berkeliling melihat kondisi TPST Piyungan terkini.

Ini sebagai wujud keseriusan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul yang terus berupaya mengurai potensi masalah di TPST Piyungan, yang beberapa kali terjadi gejolak di masyarakat kawasan tersebut.

Meski menurut data yang ada Kabupaten Bantul bukan penyumbang terbesar pembuangan sampah di TPST Piyungan, pemkab memiliki komitmen kuat secara serius dalam penanganan sampah di wilayahnya

“Saya mengajak kepada seluruh elemen masyarakat Bantul untuk serius menangani sampah. Dimulai dengan pemilahan sampah dari rumah, kemudian dilakukan pengelolaan lebih lanjut oleh padukuhan dan desa. Sampah yang sudah dipilah dari tingkat rumah tangga, misalnya kaca, kertas, plastik dan lain-lain dapat memiliki nilai ekonomi dengan disetor ke bank sampah, yang saat ini jumlah sudah lebih dari 70 unit,” jelas Bupati Halim.

Baca juga: Bupati Bantul Usul Pemda DIY Berikan Uang Kompensasi bagi Warga Terdampak TPST Piyungan

Ia mengatakan, berdasarkan Perbup Nomor 20 Tahun 2022 tentang Bantuan Keuangan Kepada Kalurahan Program Pemberdayaan Berbasis Masyarakat Padukuhan (PPBMP), disebutkan bahwa ruang lingkup dan prioritas sasaran bantuan ini adalah untuk bidang lingkungan hidup.

Meliputi peningkatan kapasitas pengelolaan sampah rumah tangga, serta pembangunan atau pengadaan sarana prasarana (sarpras) pengelolaan sampah rumah tangga.

“Kita harus mampu melakukan yang terbaik dengan cara pemilahan sampah sejak dari rumah tangga dan sampah harus selesai di desa. Kabupaten Bantul telah mengalokasikan anggaran besar, agar kita dapat mengelola sampah dari rumah tangga,” tandas Halim. (Tribunjogja)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved