Mutiara Ramadhan Tribun Jogja LDNU DIY

Zakat dan Keadilan Sosial

Penduduk Muslim Indonesia mencapai angka 236,53 juta atau 86,88%. September 2021 penduduk miskin di Indonesia mencapai 26,5 juta.

Editor: ribut raharjo
Istimewa
Mambaul Bahri, Ketua LAZISNU DIY 

Oleh : Mambaul Bahri, Ketua LAZISNU DIY

TRIBUNJOGJA.COM - Penduduk Muslim Indonesia mencapai angka 236,53 juta atau 86,88 %. Sedangkan Menurut data BPS, September 2021 penduduk miskin di Indonesia mencapai 26,5 juta. Artinya setidaknya 23,02 juta warga miskin adalah Muslim.

Zakat merupakan rukun Islam yang ketiga. Di dalam Alquran perintah salat dan perintah membayar zakat selalu digandengkan.

Setidaknya terdapat 26 ayat yang secara jelas perintah salat yang dibarengkan dengan perintah zakat. Hal ini menandakan betapa pentingnya perintah membayar zakat. Jadi kedudukan salat dan zakat adalah sama, yakni sama-sama sebagai rukun Islam, sama-sama sebagai sebuah kewajiban bagi kaum muslimin.

Kesadaran setiap individu dalam melaksanakan salat sangat disadari oleh kita. Baik dilaksanakan secara berjamaah maupun secara individu di rumah masing masing. Kita akan sangat merasa berdosa jika meninggalkan salat. Begitu pula perintah puasa, masyarakat muslim secara gegap gempita menyambut dan melaksanakan perintah tersebut.

Bahkan di dalam melaksanakan rukun yang ke 5 yaitu haji, orang rela mengantri bertahun tahun demi melaksanakan rukun yang ke 5 tersebut.

Salat, puasa dan haji merupakan kewajiban yang langsung dicatat oleh Allah, karena 3 rukun tersebut sering kita sebut sebagai hablum minallah. Lalu bagaimana dengan zakat?

Zakat merupakan rukun Islam yang ketiga dan satu satunya rukun Islam yang secara langsung memiliki dampak sosial. Kewajiban membayar zakat bagi muslim yang sudah memenuhi nisab telah diatur didalam Alquran.

Ada 8 asnaf yang berhak menerima zakat. Hal ini menunjukkan tentang keadilan sosial, karena setiap harta yang kita dimiliki mengandung hak orang lain di sana yang besarannya 2,5 %.

Objek zakat antara lain, (1) emas, perak dan uang (logam mulia dan batu mulia lainnya, (2) surat-surat berharga (zakat saham, obligasi) (3) perniagaan dan perdagangan, (4) pertanian, perkebunan dan kehutanan, (5) peternakan dan perikanan, (6) pertambangan, (7) zakat perusahaan, (8) zakat pendapatan profesi dan jasa, (9) zakat barang temuan/rikaz. Sedangkan subyek zakat adalah perorangan (individu) dan badan (perusahaan).

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved