Berita Kriminal Hari Ini

4 Pemuda Jadi Tersangka Kasus Ledakan Mercon di Sleman yang Mengakibatkan Sebuah Rumah Hancur

Polisi menetapkan 4 pemuda sebagai tersangka dalam perkara ledakan mercon, pada Jumat (22/4/2022) yang mengakibatkan sebuah rumah di dusun Plosokuning

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Kurniatul Hidayah
TRIBUNJOGJA.COM / Ahmad Syarifudin
Rumah di Plosokuning V, Minomartani, yang ambruk akibat ledakan petasan 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Polisi menetapkan 4 pemuda sebagai tersangka dalam perkara ledakan mercon, pada Jumat (22/4/2022) yang mengakibatkan sebuah rumah di dusun Plosokuning V, Kalurahan Minomartani, Ngaglik rata dengan tanah.

Keempat pelaku masing-masing berinisial ADS, MDA, FI dan EOP.

Semuanya adalah warga Minomartani, Sleman .

Mereka disangka telah melanggar UU Darurat nomor 12/1951 dengan ancaman pidana maksimal 20 tahun penjara. 

Baca juga: BBPOM Yogyakarta Temukan Puluhan Produk Pangan Ilegal, Kedaluwarsa, dan Rusak

"Mereka diduga membeli, menyimpan, meracik bahan-bahan berbahaya, yang akhirnya meledak. Menimbulkan kerugian sebuah rumah," kata Direskrimum Polda DIY Kombes Pol Ade Ary Syam Indriadi, Senin (25/4/2022). 

Sebagaimana diketahui, Polisi telah melakukan olah TKP di lokasi kejadian. Hasilnya, ditemukan sejumlah barang bukti sisa bahan-bahan peledak berbahaya.

Dalam perkara ledakan tersebut, disebutkan Ade, ada dua mercon dalam ukuran besar. Masing-masing seberat 1 kilogram.

Kemudian 3 renteng berisi 20-25 mercon. Kertas bahan pembuat mercon. Belerang, mercon roman candle, black-powder, sumbu dan aluminium powder.

Bahan-bahan berbahaya yang digunakan untuk membuat mercon itu dibeli dari toko online yang berbeda. 

Mercon berukuran jumbo tersebut, oleh para pelaku, rencananya akan diledakkan saat perayaan Lebaran.

Ade mengaku prihatin. Sebab, hari Lebaran seharusnya digunakan untuk bersilaturahmi. Tetapi justru akan digunakan untuk meledakkan mercon.

Karenanya, dalam kesempatan itu, Ia mengimbau kepada masyarakat supaya tidak membuat mercon, karena dampaknya berbahaya. 

"Rumah saja bisa rusak, apalagi kena tubuh manusia," ujar Ade. Pihkanya mengaku akan memproses kasus tersebut hingga tuntas. 

Baca juga: Libur Lebaran, Bupati Klaten Instruksikan Mobil Dinas Dikandangkan di Kantor Masing-masing

Diketahui sebelumnya, satu rumah di Dusun Plosokuning V, tepatnya di RT 22, RW 09, Minomartani, Kapanewon Ngaglik runtuh diduga karena ledakan bahan bubuk petasan, Jumat (22/4/2022) pagi.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved