Citizen Journalism
Standar Puasa; Lahirkan Manusia Ihsan
Allah SWT menciptakan hidup dan mati, tidak lain, untuk menguji siapa di antara kita yang lebih baik amalannya.
Kedua, standar medium, yakni seluruh anggota badan ikut berpuasa dengan mengendalikannya tidak melakukan dosa.
Ketiga adalah standar puasa maksimal, yakni ketika puasa hati senantiasa ingat Allah SWT atau seolah-olah melihat Allah SWT.
Paling tidak, dalam segala gerak-gerik, ia merasa dilihat oleh Allah.
Hakikatnya, semua ibadah ketika Allah memerintahkan kepada kita untuk menjalankan tidak semata-mata ritual.
Setiap ibadah sebetulnya sedang membentuk karakter manusia atau akhlak setiap Muslim.
Salat, umpamanya, banyak sekali akhlak yang ditanamkan, seperti disiplin, kebersihan, hingga pendidikan politik.
Begitu juga puasa, berbagai akhlak ditanamkan melalui puasa, seperti supaya ikhlas, peduli terhadap lingkungan, syukur, sabar.
Oleh karena itu, supaya semua tujuan tercapai, maka harus dilakukan sesuai standar maksimal dengan konsep ihsan.
Allahumma a'inna 'ala dzikrika wasyukrika wahusni ibadatika. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Dr-Tulus-Musthofa-Lc-MA-2.jpg)