Breaking News:

Bupati Bantul Abdul Halim Muslih

Orangtua dan Sekolah Dinilai Punya Peran Vital Cegah Klitih di Yogyakarta

Pemkab Bantul menggelar sosialisasi bertajuk “Gerakan Terpadu Penanggulangan Kejahatan” untuk seluruh kepala sekolah SMP dan SMA se-Bantul.

Penulis: APS | Editor: APS
DOK. Humas Pemkab Bantul
Bupati Abdul Halim menilai bahwa orangtua dan sekolah memiliki peran vital terhadap pencegahan kasus-kasus kejahatan jalanan remaja. 

TRIBUNJOGJA.com – Tingkat kejahatan klitih di Yogyakarta saat ini marak diperbincangkan banyak orang. Bantul menjadi salah satu wilayah yang aktif dengan kejahatan klitih.

Terhitung sejak Januari-April 2022, Kepolisian Resor (Polres) Bantul berhasil meringkus 104 pelaku kejahatan jalanan.

Dari 104 pelaku kejahatan tersebut, sebagian besar merupakan pelajar atau anak-anak di bawah umur.

Kondisi itu membuat pihak berwajib kesulitan menempatkan kasus-kasus kejahatan pada tingkat kejaksaan atau pengadilan.

Baca juga: Gelar Diskusi Rumuskan Solusi Kejahatan Jalanan Remaja, Aptisi DIY Dorong PTS Ikut Berantas Klitih

Maraknya aksi klitih itulah yang menggerakan Kabupaten Bantul untuk mengumpulkan para kepala sekolah tingkat sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menengah atas (SMA) di seluruh Bantul.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul pun menggelar sosialisasi bertajuk “Gerakan Terpadu Penanggulangan Kejahatan” yang berlangsung di Gedung Mandhala Saba Bantul.

Pada kesempatan itu, Bupati Bantul Abdul Halim Muslih mengatakan, pelajar yang memasuki usia remaja berada pada masa-masa krusial.

Pasalnya, kata dia, mereka berada pada tahap pencarian jati diri dan eksistensi. Antusiasme mereka akan hal-hal baru juga kelewat besar.

Baca juga: CERITA Mitra Ojol Jogja Saat Mengawal Perjalanan Orang yang Takut Klitih di Malam Hari

“Sehingga, energi mereka harus disalurkan pada hal-hal positif. Kejahatan jalanan remaja ini perlu perhatian besar dari orangtua dan sekolah,” kata Bupati Abdul Halim, dikutip dari keterangan persnya, Selasa (19/4/2022).

Ia pun meminta setiap orangtua untuk terus memantau aktivitas anak-anak mereka, terutama saat malam hari.

“Agar mereka (anak-anak atau remaja) tidak menjadi korban atau pelaku kejahatan klitih,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Polres (Kapolres) Bantul, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Ihsan menuturkan, generasi geng atau kelompok di sekolah berpotensi memunculkan kejahatan klitih di jalanan.

Baca juga: Wawali Yogyakarta Sebut 65 Persen Pelaku Klitih di Kota Jogja Berasal dari Keluarga Bermasalah 

“Rantai ini sebetulnya bisa diputus apabila seluruh pihak bisa bersinergi bersama,” kata Ihsan yang turut hadir pada acara sosialisasi.

Menurut dia, sekolah memerankan peran krusial dalam pemetaan murid-murid yang dibimbing.

“Ketika sekolah sudah bisa mengidentifikasi murid yang keluar jalur, maka upaya-upaya pencegahan akan lebih mudah dilakukan,” kata dia.

Adapun Wakil Bupati (Wabup) Bantul Joko Purnomo mengatakan, kepala sekolah bukanlah satu-satunya pihak yang bertanggung jawab mencegah kejahatan anak-anak di jalanan.

Baca juga: Gejayan Dadi Siji Lawan Klitih Serukan Jogja Adem Ayem Harga Mati

“Semua pihak di sekolah perlu duduk bersama menyelesaikan kenakalan remaja di Yogyakarta,” ujarnya.

Salah satu cara yang bisa dilakukan, sambung Joko, adalah melalui komite sekolah yang dipilih masyarakat. Komite ini harus diberdayakan secara maksimal.

“Begitu pula bimbingan konseling dengan melibatkan tokoh-tokoh rertentu dalam kegiatan sekolah. Selain itu, nilai tata budaya juga perlu dimasukkan selain nilai agama,” jelasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved