Mutiara Ramadhan Tribun Jogja LDNU DIY

Menyikapi Wabah

Menangani persoalan Covid-19, sesungguhnya diperlukan berbagai pendekatan, tidak hanya pendekatan ekonomi, politik, atau psikologi.

Editor: ribut raharjo
Istimewa
Prof Dr H Abdul Mustaqim MAg, Guru Besar UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta 

Oleh: Prof Dr H Abdul Mustaqim MAg, Guru Besar UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

TRIBUNJOGJA.COM - Menangani persoalan Covid-19, sesungguhnya diperlukan berbagai pendekatan, tidak hanya pendekatan ekonomi, politik, atau psikologi, melainkan juga diperlukan pendekatan teologis (baca: agama).

Ini karena agama bagaimanapun memiliki inner power bagi masyarakat Muslim, yakni sebagai basis teologi yang memperkuat dimensi spiritual untuk imunitas dan ketahanan hidup.

Telebih Alquran sebagai kitab suci juga diyakini merupakan sumber nilai tertinggi bagi umat Islam, bahkan ia juga menjadi inspirasi (Q.S. al-Baqarah (2):2 dan al-Isra’ (15):82) untuk mencari solusi dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan termasuk masalah pandemi COVID-19.

Untuk itu diperlukan pandangan teologis yang benar terhadap COVID-19 sebagai basis menyikapi wabah Covid secara bijak.

Ini karena ternyata ada beragam komentar masyarakat terhadap pandemi COVID-19. Ada yang menganggap bahwa COVID-19 itu hanya konspirasi untuk kepentingan bisnis China.

Mereka tidak percaya bahwa COVID-19 itu ada. COVID-19 hanya mitos yang dibesar-besarkan oleh berita medsos.

Ada pula yang berkata COVID-19 itu hanya untuk orang kota, dan tidak berlaku untuk orang desa. Ada pula yang menganggapnya sebagai kutukan Tuhan, karena Dia sedang murka, yang disebabkan oleh perbuatan dosa dan maksiat manusia.

Namun, ada pula yang memandangnya secara lebih positive thingking bahwa Tuhan sedang menguji kesabaran manusia, sehingga ketika lolos dari ujian ia akan meraih derajat yang lebih tinggi di sisi-Nya.

Sebagian yang lain berkata bahwa bencana. COVID-19 itu terjadi karena Tuhan sedang menegur (Jawa: menjewer) manusia, sebab terlalu jauh dari jalan kebenaran, agar manusia kembali ke jalan lurus. Bahkan ada pula yang menghubungkan bencana-. COVID-19 dengan pihak pemerintahan Jokowi yang dinilai telalu berpihak pada pihak Asing dan Aseng, serta tidak mampu menuntaskan kasus-kasus besar yang melanda Indonesia.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved