Ketum PPP Silaturahmi ke Kantor PP Muhammadiyah, Ini Pesan Haedar Nashir 

Pertemuan berlangsung tertutup sekitar 90 menit, membahas berbagai persoalan dan tantangan bangsa. 

Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Hari Susmayanti
Tribun Jogja/Azka Ramadhan
Ketum PP Suharso Monoarfa, bersama Ketum PP Muhammadiyah, selepas pertemuan di Kantor PP Muhammadiyah, Kota Yogya, Sabtu (9/4/2022). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Ketua Umum (Ketum) Partai Persatuan Pembangunan, Suharso Monoarfa, bersilaturahmi ke Kantor Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Gondokusuman, Kota Yogyakarta, bersama jajarannya, Sabtu (9/4/2022) kemarin. 

Dalam kesempatan tersebut, mereka ditemui langsung oleh Ketum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, beserta pengurus lainnya.

Pertemuan berlangsung tertutup sekitar 90 menit, membahas berbagai persoalan dan tantangan bangsa. 

Dijumpai selepas pertemuan, Suharso mengatakan, bahwa maksud PPP menyambangi markas Muhammadiyah, adalah untuk bertukar pikiran.

Menurutnya, ormas yang didirikan KH Ahmad Dahlan itu merupakan panutan dalam hal kontribusi terhadap kehidupan berbangsa, maupun bernegara. 

"Kami tahu, selama ini kontribusi Muhammadiyah di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara itu luar biasa. Makanya, kami datang, menimba banyak ilmu di sini," katanya. 

Dirinya menilai, salah satu organisasi dakwah Islam tertua di tanah air tersebut benar-benar konkrit dalam memberikan sumbangsih pada Indonesia. Sehingga, segala yang sudah dilakukan Muhammadiyah ini layak untuk diteladani. 

Baca juga: Hasil Survei SMRC, Pasangan Anies-AHY Berpeluang Menangi Pilpres 2024

"Dalam bidang kesehatan, pendidikan, itu dakwahnya benar-benar teramalkan, bukan sekadar Islam hafalan, tapi Islam amalat. Kami belajar, bertukar pikiran, untuk berupaya memajukan Indonesia bersama-sama," ujar Suharso. 

Sementara Ketum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir pun berharap banyak kepada partai berlambang Kabah itu, untuk memperkuat gelombang keislaman dan keindonesiaan yang sebenarnya merupakan satu kesatuan dan kohesif. 

"Bukan dua elemen yang terpisah dan saling bertentangan. Karena itu kami terus menggelorakannya, ya, orientasinya tentu membangun, serta mempersatukan," urainya. 

Haedar pun berharap, warga masyarakat dengan afiliasi agama dan politik yang begitu heterogen, lebih arif dalam menempatkan keislaman dan keindonesiaan. Ia berujar, hal itu bukanlah ancaman, bagi masa depan bangsa ini. 

"Semoga PPP menjadi partai yang maju, dan memperolah dukungan luas dari masyarkat. Sekaligus, dapat membawa Indonesia menjadi NKRI yang bersatu, berdaulat, dan berkemajuan," pungkas Haedar Nashir. (Tribunjogja)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved