Berita Sleman Hari Ini
Melihat Masjid Pathok Negoro Plosokuning yang 80 Persen Masih Terjaga Keasliannya
Bentuk dan tata letak Masjid Pathok Negoro Plosokuning masih sama seperti pertama kali dibangun tahun 1755.
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Masjid Pathok Negoro Plosokuning , yang berada di Minomartani, Ngaglik, Kabupaten Sleman hingga kini masih berdiri kokoh.
Bentuk dan tata letak Masjid yang merupakan bagian dari grand design berdirinya Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat itu masih sama seperti pertama kali dibangun tahun 1755.
Bahkan, --mungkin belum banyak yang tahu,--hampir 80 persen material bangunan dan kayu yang digunakan hingga kini masih asli.
Belum banyak pergantian.
Takmir Masjid Pathok Negoro Plosokuning , M. Kamaluddin Purnomo mengatakan, masjid yang berada di jalan Plosokuning Raya nomor 99, Minomartani, Ngaglik ini, sejak pertama dibangun sudah mengalami lima kali renovasi yang bersifat konservasi.
Baca juga: Mengunjungi Masjid Agung Kauman Klaten, Mimbar Kunonya Pernah Ditawar hingga Rp 1 Miliar
Bangunan Masjid merupakan cagar budaya, sehingga renovasi dilakukan sangat hati-hati.
Jika ada kayu yang benar-benar tidak kuat, baru diganti.
Tetapi, jika ditemukan kayu keropos namun dinilai masih kuat maka tetap dipertahankan, tidak diganti.
"Ini untuk menjaga keaslian. Ditotal, 80 persen bahan materialnya masih asli. Termasuk tata letaknya, masih sama seperti yang dulu," kata Kamal, berbincang dengan Tribunjogja.com , Rabu (6/4/2022).
Renovasi masjid sudah dilakukan sebanyak lima kali.
Setiap kayu Jati yang diganti selalu diberi tanda pin.
Kamal mengungkapkan, beberapa kayu yang diganti ada di bagian usuk. Lalu soko di serambi masjid dan atap yang awalnya terbuat dari kayu sekarang diganti genteng. Dinas Kebudayaan DIY hingga saat ini diakuinya rutin melakukan pengecekan secara berkala.
" Masjid Pathok Negoro Plosokuning ini istimewa. Seperti barang antik. Dinas Kebudayaan DIY rutin ngecek," kata dia.
Bentuk Masjid yang terdaftar sebagai cagar budaya tipe C ini unik, berbeda dibanding Masjid pada umumnya.
Bangunan induk menggunakan bentuk Joglo, kemudian di bagian luar ada serambi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Melihat-Masjid-Pathok-Negoro-Plosokuning-yang-80-Persen-Masih-Terjaga-Keasliannya.jpg)