Berita Sleman Hari Ini
Melihat Masjid Pathok Negoro Plosokuning yang 80 Persen Masih Terjaga Keasliannya
Bentuk dan tata letak Masjid Pathok Negoro Plosokuning masih sama seperti pertama kali dibangun tahun 1755.
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Gaya Lufityanti
Bagian kanan dan kiri serambi ada pawestren yang digunakan bagi jamaah perempuan.
Bagian depan masjid ada kolam yang zaman dulu digunakan berwudhu.
Lalu di halaman depan terdapat pohon sawo Kecik.
Baca juga: Cerita Masjid Berbilik Bambu yang Jadi Saksi Sejarah Era Kemerdekaan
Sementara di sebelah baratnya terdapat makam.
Posisi letak bangunan seperti ini menjadi ciri khas dari Masjid Pathok Negoro Keraton di Yogyakarta .
Melihat bagian Mustaka berbentuk gada dengan ornamen daun keluwih dan kembang Gambir.
Semua ornamen itu memiliki simbol. Gada sebagai lambang Alif yang bermakna hanya menuju kepada Allah SWT.
Sementara, kembang Gambir melambangkan keharuman dan daun keluwih simbol kelebihan.
Kamal mengatakan, mustaka berbentuk gada dengan ornamen daun keluwih dan kembang Gambir adalah simbol insan Kamil.
"Artinya orang yang telah menata kehidupan, Iman dan Islam secara sempurna," kata dia.
Lebih lanjut, Kamal bercerita, Masjid Pathok Negoro Plosokuning adalah grand desaign berdirinya Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat.
Dibangun masa Sultan Hamengku Buwono I setelah adanya perjanjian Giyanti yang membagi dua wilayah Mataram Islam, yaitu Yogyakarta dan Surakarta.
Saat itu, Raden Mas Sujana atau Gusti Mangkubumi mendirikan keraton di Yogyakarta, dengan design di tengah ada Keraton dan di empat penjuru ada Masjid Pathok Negoro.
Fungsinya, disamping syiar dakwah agama Islam dan spiritual, masjid juga digunakan untuk menjaga keamanan sekaligus benteng pertahanan.
Baca juga: Menilik Sejarah Masjid Selo Peninggalan Sri Sultan Hamengku Buwono I
Selain itu, masjid juga digunakan masyarakat untuk hakim peradilan agama bagi Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Melihat-Masjid-Pathok-Negoro-Plosokuning-yang-80-Persen-Masih-Terjaga-Keasliannya.jpg)