Citizen Journalism

Maksimalisasi Ibadah Kala Ramadan

Kategori puasa yang maksimal ketika hati ikut puasa, maka selama berpuasa akan selalu ingat kepada Allah SWT.

Tayang:
Editor: Sigit Widya
Dok IKADI
Dr Tulus Musthofa Lc MA. 

Kenapa? Banyak faktor.

Bisa jadi masalah literasi atau pengetahun kurang atau karena minim contoh yang diketahui.

Sebagai umpama puasa, Rasulullah SAW pernah bersabda banyak sekali orang yang berpuasa tapi tidak memperolah apa-apa, kecuali lapar dan haus.

Kewajibannya dalam berpuasa sudah gugur, tapi tujuan puasa agar menjadi orang yang bertakwa tidak tercapai.

Imam Al Ghazali membagi puasa dalam tiga macam.

Pertama, minimalis, yakni puasa sekadar tidak melakukan yang membatalkan seperti tidak makan, minum, serta berhubungan suami istri.

Puasanya akan sah namun tidak akan memberikan dampak apapun.

Kedua, medium, yakni puasa tidak hanya meninggalkan makan minum namun semua anggota badan berpuasa.

Tangan, mulut, mata, kaki, dan seterusnya ikut puasa.

Tahap tersebut sudah meningkat dibanding yang minimalis.

Ketiga atau terakhir adalah maksimalis, yakni tidak sekadar meninggalkan hal yang membatalkan puasa serta seluruh anggota badan ikut puasa, melainkan hati pun harus ikut puasa.

Kategori puasa yang maksimal ketika hati ikut puasa, maka selama berpuasa akan selalu ingat kepada Allah SWT.

Dengan demikian, akan tercermin berbagai predikat dalam puasa Ramadan seperti bulan maghfirah (ampunan), bulan Alquran, dan banyak predikat lain.

Jika jalankan secara maksimal, akan banyak memberikan manfaat.

Dan mumpung puasa ini masih awal, mari dimanfaatkan secara baik.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved