Citizen Journalism

Maksimalisasi Ibadah Kala Ramadan

Kategori puasa yang maksimal ketika hati ikut puasa, maka selama berpuasa akan selalu ingat kepada Allah SWT.

Tayang:
Editor: Sigit Widya
Dok IKADI
Dr Tulus Musthofa Lc MA. 

Ia wudu tapi karena rukunnya tidak sempurna, maka seperti tidak wudu sehingga tidak sah untuk salat.

Ada pula orang salat namun seperti tidak salat.

Rasulullah sering mengoreksi cara salat seseorang.

Bahkan, diceritakan, ada orang yang selama 65 tahun salatnya tidak diterima karena sebenarnya bisa melakukan secara maksimal tapi tidak diperbuat.

Pada Desember tahun lalu, penulis berkesempatan diundang ke sebuah perguruan tinggi di Makkah, Arab Saudi.

Penulis ceritakan kepada seorang dekan di sana, Syekh Dr Hasan Bukhori, bahwa orang Indonesia hendak berhaji setidaknya harus menunggu 30 tahun.

Beliau tercengang, kemudian menceritakan bahwa banyak orang Makkah jika hendak ke masjid tinggal berangkat, begitu pula untuk berhaji, tapi masih sulit dilakukan.

Kondisi di Makkah yang seperti itu pun tidak jauh berbeda dengan Indonesia.

Artinya, banyak Muslim yang punya rumah berdekatan dengan masjid namun jarang ke masjid.

Bahkan, sering dikatakan bahwa tempat paling jauh dari rumahnya adalah masjid.

Lain hal ketika ada undangan dari pejabat penting, semua aktivitas ditunda demi menghadiri undangan tersebut.

Akan tetapi, jika ada azan sebagai wujud undangan dari Allah SWT, justru disia-siakan.

Hal itu merupakan fenomena yang harus kita sadari.

Karenenya, saat ini kita diberi peluang luar biasa berupa kasih sayang Allah yang ditumpahkan pada Ramadan kali ini.

Tapi, bisa jadi, kita tidak menggunakannya secara maksimal.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved