Fenomena Minyak Goreng Langka, Pakar UGM : Harga CPO Naik, Picu Penjualan Produk ke Luar Negeri

“Saya kira faktor pemicunya sudah muncul sejak tahun lalu, November 2021 dikarenakan kenaikan harga CPO di pasar internasional. Naiknya harga CPO ini

Penulis: Ardhike Indah | Editor: Kurniatul Hidayah
via setkab.go.id
ilustrasi minyak goreng 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Ardhike Indah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Berbagai daerah di Indonesia mengalami kelangkaan minyak goreng di pasaran dalam beberapa bulan terakhir.

Itu menyebabkan harga minyak goreng naik dua hingga tiga kali lipat.

Meski pemerintah melakukan berbagai kebijakan dari pengaturan batas kuota ekspor sawit hingga mengatur distribusi, kelangkaan minyak goreng di pasaran masih saja terjadi.

Menurut peneliti Pusat Studi Ekonomi Kerakyatan (Pustek) UGM , Dr Hempri Suyatna, persoalan kelangkaan minyak goreng ini disebabkan oleh banyak faktor.

Termasuk meningkatnya harga Crude Palm Oil (CPO), gangguan distribusi hingga aksi Penimbunan minyak goreng .

Baca juga: Lebih dari 500 Rumah di Giriloyo Bantul Masih Aktif Memproduksi Batik

“Saya kira faktor pemicunya sudah muncul sejak tahun lalu, November 2021 dikarenakan kenaikan harga CPO di pasar internasional. Naiknya harga CPO inilah yang kemudian memicu banyak pedagang minyak goreng menjual produknya ke luar negeri daripada ke dalam negeri,” kata Hempri, Rabu (16/3/2022).

Selain banyaknya produk yang dijual ke luar negeri, kelangkaan diperparah dengan banyaknya pedagang yang bermain dan mencari keuntungan di balik kelangkaan minyak goreng ini sehingga proses distribusinya pun menjadi tidak berjalan dengan lancar. 

“Dalam banyak kasus sering kita temukan, terjadi banyak penimbunan minyak goreng sehingga mengakibatkan proses distribusi menjadi tidak lancar,” paparnya.

Mengatasi melonjaknya harga dan kelangkaan produk tersebut di pasaran, Hempri mengimbau pemerintah lebih gencar melakukan operasi pasar serta melakukan berbagai langkah inovatif misalnya dengan memotong jalur distributor sehingga bisa menekan harga minyak.

Baca juga: Mulai Besok, Pemkab Sleman Geber Vaksinasi Booster di Kalurahan

”Utamanya melakukan pengawasan terhadap para pelaku usaha termasuk konsumen. Jangan sampai Penimbunan juga terjadi di level kosumen,” ungkapnya.

Proses pengawasan distribusi itu ini perlu diperkuat kembali termasuk soal ekspor CPO hingga distribusi minyak goreng di dalam negeri. 

“Perlu perbarui proses pengawasan distribusi ini apalagi Indonesia dikenal penghasil minyak kelapa sawit terbesar di dunia,” tukas Hempri. (Ard)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved