Berita Bantul Hari Ini
Warga Bantul Terbantu dengan BPNT untuk Cukupi Kebutuhan Hidup
Kini KPM bisa membelanjakan uangnya ke warung-warung yang dipilihnya, tidak hanya di e-warung seperti di tahun sebelumnya.
Penulis: Santo Ari | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM - Pemerintah membuat kebijakan penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai ( BPNT ) untuk tahap 1 2022 ini diwujudkan dalam bentuk tunai sebesar Rp 600 ribu (untuk bulan Januari, Februari dan Maret).
Dengan demikian keluarga penerima manfaat (KPM) bisa membelanjakan uangnya ke warung-warung yang dipilihnya, tidak hanya di e-warung seperti di tahun sebelumnya.
Namun demikian, diharapkan pemanfaatan uang ini tepat sasaran dan dapat digunakan untuk dibelanjakan kebutuhan hidup dan bukan barang-barang konsumtif lainnya.
Seorang penerima BPNT , yakni Poniyem (68) warga Kalurahan Trirenggo, Bantul menyatakan bahwa dirinya telah dua kali menerima bantuan tersebut yakni pada akhir tahun kemarin dan tahap 1 tahun 2022 ini.
Sustriana (32) menantu dari Poniyem menyatakan bahwa di tahun kemarin proses pencairan masih dengan non tunai atau memakai kartu sembako untuk ditukar barang kebutuhan hidup di e-warung seperti beras, telur, daging atau buah.
Baca juga: Bantuan Pangan Non Tunai di Bantul Sudah Tersalur 98,25 Persen
"Kalau sekarang dapatnya uang tunai, dan akan tetap dibelanjakan untuk kebutuhan hidup, hanya saja tidak di e-warung, tapi belanja di warung tetangga saja," ucapnya, Senin (14/3/2022). .
Ia menceritakan bahwa bahwa mertuanya selama ini hidup dengan dirinya dan menyatakan bahwa BPNT ini sangat membantu keluarganya untuk mencukupi kebutuhan hidup.
Terlebih saat ini, bantuan berupa uang tunai ini juga dapat membantu perekonomian warung-warung di sekitar rumahnya.
"Akan dibelanjakan di warung tetangga, buat nglarisi," ucapnya.
Sementara Anggota Komisi VIII DPR RI, MY. Esti Wijayati yang hadir di Bantul dalam acara reses terkait pengawasan penyaluran BPNT , mengimbau agar penerima manfaat dapat membelanjakan bantuan ini dengan bijak.
"Harus ada pengawasan yang lebih baik supaya maksud dan tujuan diberikannya PKH dan BPNT itu dibelanjangkan sesuai dengan aturan," ucapnya.
"Jangan sampai beli emas, tapi nanti malah tidak bisa makan, kan ciloko," imbuhnya.
Pihaknya berharap para pendamping sosial yang menjadi ujung tombak penyaluran ini dapat melakukan pengecekan.
Para pendamping sosial harus aktif mendatangi keluarga penerima manfaat sehingga bantuan yang diberikan negara dapat tepat sasaran.
Pun demikian, jika memang ada keluarga yang membelanjakan dengan barang-barang konsumtif lainnya, ada kemungkinan bahwa keluarga tersebut sudah tidak layak menerima bantuan atau graduasi, sehingga perlu ada pembaharuan data.
Baca juga: Dukung Swasembada Pangan, Pemkab Bantul Gencarkan Program IP400
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Warga-di-Bantul-Terbantu-dengan-BPNT-untuk-Cukupi-Kebutuhan-Hidup.jpg)