Berita Bantul Hari Ini
Dukung Swasembada Pangan, Pemkab Bantul Gencarkan Program IP400
Program IP400 dinilai dapat mendorong produktivitas di tengah situasi lahan pertanian yang semakin menyempit.
Penulis: Santo Ari | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM - Pemerintah pusat berencana mencanangkan swasembada pangan pada 17 Agustus 2022 nanti.
Satu upayanya adalah dengan menerapkan program Indeks Pertanaman (IP) 400 di mana Kabupaten Bantul telah mulai melakukan penanaman padi di lahan seluas 5000 hektar.
Kepala Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan (BBPOPT) Direktorat Jenderal Tanaman, Kementan RI, Enie Tauruslina Amarullah berharap pada pencanangan swasembada pangan tahun ini, Bantul juga dapat berkontribusi di dalamnya.
"Kita berharap mudah-mudahan, saat pemerintah canangkan di 17 Agustus nanti berupa swasembada pangan, Bantul dapat berkontribusi dalam peningkatan produksi padi khususnya melalui sistem pola IP400," ungkapnya dalam Gerakan Tanam Padi IP400 di Tegallayang, Caturharjo, Pandak, Rabu (9/3/2022).
Baca juga: Angkat Kualitas dan Kuantitas Padi, Pemkab Bantul Gencarkan Program IP400
Ia mengungkapkan, produk super prioritas padi yang dicanangkan di Provinsi DIY yaitu Optimalisasi Peningkatan Indeks Pertanaman (OPIP) yang diharapkan dapat dicapai melalui peningkatan produksi IP400.
"Sistem yang kita lakukan dengan sistem mekanisasi pra dan pasca panen, penggunaan pupuk organik dari kompos dan limah tanaman dan ternak," ujarnya.
Ia mengungkapkan bahwa pola tanam IP400 yakni adalah menanam sebanyak empat kali dalam satu tahun, tak hanya model padi-padi-padi-padi.
Namun untuk peningkatan produksi sistem IP400, ada juga metode lain yakni berupa padi-palawija-padi-palawija.
"Ataupun padi-padi-palawija-padi, ataupun kita menggunakan sistem pola lain yang sesuai kondisi setempat. Pola tanam IP400 juga bisa diterapkan melalui jagung-kedelai-jagung-kacang hijau atau pola lainnya sesuai dengan kondisi setempat," tandasnya.
Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih yang turut hadir dalam acara tersebut menyatakan bahwa program IP400 dapat meningkatkan produksi padi Bantul agar lebih menguatkan ketahanan pangan.
"Karena kita tidak tahu di masa depan ini seperti apa, sehingga kita harus memiliki stok yang cukup. Stok padi sebagai makanan pokok yang cukup dan terjangkau harganya oleh masyarakat," ujarnya.
Menurutnya, dengan program IP400 maka petani bisa memanen empat kali dalam satu tahun.
Dengan demikian, kebutuhan pangan di Kabupaten Bantul pun akan tercukupi.
"Panen setahun kira-kira empat kali, ini stok kita melimpah. Tidak ada kekhawatiran akan terjadi krisis pangan, itu tidak. Karena sudah kita siapkan, kita antisipasi," imbuhnya.
Baca juga: DKPP Bantul Akan Kembangkan 80 Hektare Lahan Pasir untuk Ditanami Komoditas Pertanian
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY, Sugeng Purwanto menyampaikan seluruh kabupaten di DIY diikutsertakan dalam program IP400 dan luas lahan IP400 terbanyak berada di Kabupaten Bantul.
"Semua kabupaten ada dan totalnya plus minus 8000 hektar. Untuk Bantul sendiri 5000 hektar," ungkapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Dukung-Swasembada-Pangan-Pemkab-Bantul-Gencarkan-Program-IP400.jpg)