Dugaan Keracunan Akibat MBG di SDN 2 Sentolo Kulon Progo, Ini Keterangan Kepala Sekolah dan SPPG
21 pelajar Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Sentolo, Kulon Progo dilaporkan mengalami gejala keracunan pada Selasa (20/01/2026) malam.
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Muhammad Fatoni
Ringkasan Berita:
- Sebanyak 21 pelajar Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Sentolo, Kulon Progo dilaporkan mengalami gejala keracunan, diduga akibat menu Makan Bergizi Gratis (MBG)
- Kepala SDN 2 Sentolo, Suryadi, mengatakan menu yang disediakan berupa nasi, telur, sayur tumis, tempe serta buah anggur
- Kepala SPPG Kaliagung, Satrya Dicky, masih menunggu hasil uji laboratorium untuk mengetahui penyebab pasti dari keracunannya
TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Setidaknya 21 pelajar Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Sentolo, Kulon Progo dilaporkan mengalami gejala keracunan pada Selasa (20/01/2026) malam.
Gejala muncul diduga akibat makanan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diberikan hari itu dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kaliagung, Sentolo.
Kepala SDN 2 Sentolo, Suryadi, mengatakan kemarin itu menu yang disediakan berupa nasi, telur, sayur tumis, tempe serta buah anggur.
Selain pelajar, para guru juga mendapatkan jatah MBG.
"Saya sendiri juga menerima menu yang sama dan ikut mengonsumsinya sampai habis," katanya, saat ditemui pada Rabu (21/01/2026).
Suryadi sendiri mengaku tidak mengalami gejala apapun.
Berbeda dengan para pelajarnya, yang mengalami gejala keracunan mulai Selasa sore hingga malam.
Laporan keracunan pertama diterima sekitar pukul 17.15 WIB, selanjutnya laporan terus berdatangan hingga pukul 21.00 WIB.
Seluruh pelajar yang bergejala langsung dirujuk ke Puskesmas Sentolo I.
"Total ada 21 pelajar yang mengalami keracunan, sebagian sudah masuk dan 13 anak masih izin untuk istirahat di rumah," ujar Suryadi.
Sempat Berganti SPPG
Kerjasama SDN 2 Sentolo dengan SPPG Kaliagung baru dimulai Januari 2026.
Sebelumnya, kerjasama dilakukan dengan SPPG Kalimenur, yang jadi SPPG pertama di Kulon Progo yang menyalurkan MBG sejak 2025.
Menurut Suryadi, pergantian SPPG dilakukan dengan alasan untuk mengurangi beban di SPPG Kalimenur.
Apalagi dengan aturan dari Badan Gizi Nasional (BGN) yang membatasi tiap SPPG menyiapkan maksimal 2.500 porsi dalam sehari.
| Pemkab Kulon Progo Belum Tentukan Skema WFH, Terkendala Atur Presensi Hingga Kinerja |
|
|---|
| Lima Kalurahan di Kulon Progo Dikukuhkan Sebagai Desa Binaan Imigrasi, Cegah TPPO dan TPPM |
|
|---|
| Tanah Milik Warga Galur Kulon Progo Diklaim Anak Pemilik Lama, Kini Diminta Kosongkan Lahan |
|
|---|
| DPRD Kulon Progo Berikan 46 Poin Rekomendasi Sebagai Respon Atas LKPJ Bupati 2025 |
|
|---|
| Dana Transfer Turun, Kulon Progo dan Gunungkidul Kelimpungan Susun RAPBD |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/Dugaan-keracunan-MBG-di-SDN-Sentolo-KP.jpg)