Berita Kesehatan

Jenis Aktivitas Fisik Ringan yang Ampuh Turunkan Risiko Diabetes Tipe 2

aktivitas fisik secara signifikan mengubah profil metabolit tubuh, dan perubahan ini terkait dengan risiko diabetes tipe 2 yang lebih rendah

Penulis: Mona Kriesdinar | Editor: Mona Kriesdinar
medanta
ILUSTRASI - Jogging 

TRIBUNJOGJA.COM - Aktif secara fisik bisa membantu mengurangi risiko diabetes tipe 2. Dalam sebuah penelitian oleh Diabetes Care baru-baru ini mengungkap bahwa wanita yang lebih banyak beraktivitas fisik memiliki risiko lebih rendah terkena diabetes, dibandingkan dengan wanita yang lebih banyak duduk.

Dan sebuah penelitian dalam jurnal Metabolites menemukan bahwa pria yang lebih aktif memiliki risiko lebih rendah terkena diabetes tipe 2 dibandingkan dengan pria yang lebih banyak duduk.

"Tampaknya aktivitas fisik secara signifikan mengubah profil metabolit tubuh, dan banyak dari perubahan ini terkait dengan risiko diabetes tipe 2 yang lebih rendah," kata Maria Lankinen, PhD, ilmuwan peneliti, Institute of Public Health and Clinical Nutrition di University of Finlandia Timur, dan salah satu peneliti dalam studi yang dipublikasikan di Metabolites .

ilustrasi diabetes
ilustrasi diabetes (net)

"Peningkatan aktivitas fisik juga meningkatkan sekresi insulin," tambahnya.

Dalam studi itu, diperoleh kesimpulan bahwa aktivitas fisik secara teratur mengurangi risiko resistensi insulin, sindrom metabolik , dan diabetes tipe 2. 

Sensitivitas insulin dan kemampuan tubuh untuk mengatur kadar gula darah juga meningkat melalui aktivitas fisik.

Ada berbagai jenis olahraga , dan semuanya bermanfaat untuk mencegah diabetes tipe 2.

Aktivitas aerobik, seperti berjalan atau berenang, dan latihan kekuatan, seperti mengangkat beban, keduanya dapat meningkatkan regulasi gula darah. 

Berapa Banyak Latihan yang Dibutuhkan?

Jogging di pantai
Jogging di pantai (Badsey Scooters)

Rekomendasi aktivitas fisik saat ini untuk mencegah diabetes tipe 2 setidaknya 150 menit per minggu dengan intensitas sedang.

"Namun, dalam penelitian kami, peserta yang paling aktif secara fisik memiliki aktivitas fisik secara teratur setidaknya 90 menit per minggu dan kami masih dapat melihat manfaat kesehatannya dibandingkan dengan mereka yang melakukan aktivitas fisik hanya sesekali atau tidak sama sekali," paparnya.

Demikian juga, dalam studi Diabetes Care pada wanita yang lebih tua, para peneliti menemukan bahwa hanya berjalan di sekitar blok satu kali dianggap sebagai aktivitas intensitas sedang dalam kelompok usia ini. 

Itu karena, seiring bertambahnya usia, biaya energi aktivitas menjadi lebih tinggi, yang berarti membutuhkan lebih banyak upaya untuk melakukan gerakan tertentu.

Untuk orang dewasa setengah baya dengan kesehatan yang baik, jalan-jalan yang sama di sekitar blok akan dianggap sebagai aktivitas ringan.

Secara keseluruhan, Dr. Lankinen mengatakan untuk lebih memperhatikan keteraturan aktivitas fisik dalam kehidupan sehari-hari Anda, daripada menit atau jenis olahraga.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved