Berita Kota Magelang Hari Ini

Minyak Goreng di Kota Magelang Langka, Disperindag Akan Gelar Operasi Pasar

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Magelang akan menggelar operasi pasar terkait kelangkaan minyak goreng di wilayahnya.

TRIBUNJOGJA.COM/ Nanda Sagita Ginting
Pedagang di Pasar Rejowinangun saat merapikan barang dagangannya, Senin (21/02/2022). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting

TRIBUNJOGJA.COM, KOTA MAGELANG - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Magelang akan menggelar operasi pasar terkait kelangkaan minyak goreng di wilayahnya.

Kepala Disperindag Kota Magelang Catur Fajar Budi Sumarmo mengatakan, pihaknya akan memasok sebanyak 4.000 liter minyak goreng pada operasi pasar direncanakan mulai 22-24 Februari 2022 mendatang.

"Dengan adanya kelangkaan minyak goreng , kami mencoba berkirim surat dengan Disperindag Provinsi. Alhamdullilah, kami dikasih kuota 4000 liter minyak kemasan yang akan disalurkan mulai besok," ujarnya saat kegiatan jumpa pers di halaman belakang Pemerintah Kota Magelang, Senin (21/02/2022).

Baca juga: Ibu Rumah Tangga Gunungkidul Soal Minyak Goreng Langka: Lebih Baik Mahal Tapi Ada Barangnya

Pihaknya pun sudah melakukan pemetaan untuk pendistribusian minyak goreng ke masyarakat.

Penyaluran akan dibagi sesuai kecamatan yakni Magelang Selatan, Magelang Tengah, dan Magelang Utara serta pasar.

"Dari 4.000 liter akan dibagi ke 17 kelurahan dan 5 pasar. Jadi, nanti kami serahkan kepada kepala kelurahan diganti dengan harga Rp13.500 per liter. Dengan catatan, kami batasi satu orang bisa (beli) satu liter (minyak) saja. Direncanakan, akan menggunakan KTP, agar tidak terjadi tumpukan dalam satu keluarga," ujarnya.

Di tengah kelangkaan minya goreng, pihaknya juga akan melakukan operasi pasar untuk minyak curah. Adapun kuota minyak goreng curah yang diterima sebanyak 10.000 liter.

"Untuk pembelian minyak goreng curah tersebut akan didistribusikan di pasar, tiap torang bisa membeli maksimal 20 liter dengan harga per liternya Rp11.500," ungkapnya.

Sementara itu, Edy (45), penjual minyak goreng di Pasar Rejowinangun, Kota Magelang mengatakan, dirinya kesulitan untuk mendapatkan stok minyak goreng dari para agen.

Baca juga: Sebanyak 18 Guru di SMAN 1 Bantul Jalani Karantina karena Kontak Erat dengan Siswa Positif Covid-19

"Seminggu ini sulit mendapatkan stok, banyak yang kosong dari agennya. Kalaupun ada, kami (pedagang) harus beli  produk-produk yang lain dulu selain minyak biar bisa dapat stok. Ini, saja sudah lebih semingguan pesan barangnya ( minyak goreng ) belum datang juga," ujarnya.

Ia menambahkan, pemesanan minyak goreng pun dibatasi yakni pedagang hanya diperbolehkan beli 20 karton atau sekitar 12 literan.

Padahal, biasanya pedagang bisa memesan minyak goreng sampai 40 liter per hari.

"Tidak bisa seperti dulu, sekarang dibatasi. Harga minyak goreng rata-rata di pasar masih Rp20 ribuan per liternya," tutupnya. (ndg)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved