Berita Pendidikan Hari Ini

Sebanyak 18 Guru di SMAN 1 Bantul Jalani Karantina karena Kontak Erat dengan Siswa Positif Covid-19

SMAN 1 Bantul menerapkan proses belajar mengajar jarak jauh dan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas 50 persen. Hal itu dilakukan lantaran 18 guru

Penulis: Santo Ari | Editor: Kurniatul Hidayah
dok.istimewa
Ilustrasi Covid-19 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - SMAN 1 Bantul menerapkan proses belajar mengajar jarak jauh dan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas 50 persen.

Hal itu dilakukan lantaran 18 guru yang kontak erat dengan empat siswa yang positif Covid-19 .  

Kepala SMAN 1 Bantul, Ngadiya mengatakan bawah semula ada empat siswa dari kelas X hingga XII yang positif Covid-19 .

Dari sana dilakukan tracing dan didapati ada 18 guru yang kontak erat dan kini menjalni karantina.  

Baca juga: Hotel di Sleman Mulai Buka Layanan Isoman 

Adapun dari 18 guru yang menjalani Karantina 14 hari di rumah bervariasi sebagian ada yang sudah selesai menjalani Karantina sejak 16 Februari lalu.

Namun sebagian besar masih proses karantina sampai 22 hingga 28 Februari mendatang.

"Yang sudah selesai menjalani Karantina kembali masuk sekolah untuk PTM. Yang masih Karantina terpaksa mengajar dari rumah," ujarnya saat dihubungi Senin (21/2/2022).

Ia pun memastikan bahwa guru yang menjalani Karantina tersebut tidak bergejala sehingga tidak perlu dilakukan tes swab PCR.

Hal itu berdasarkan koordinasi dengan puskesmas, di mana jika tidak bergejala cukup karantina 14 hari di rumah.

Dan bagi yang bergejala agar segera menghubungi puskesmas agar segera ditindaklanjuti.

Adapun saat ini pihaknya menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) di kelas yang terdapat siswa positif Covid-19 di dalamnya.

Sementara bagi kelas lain yang tidak terdapat siswa positif Covid-19, pihaknya menerapkan PTM terbatas 50 persen.  

Lebih lanjut beredar kabar bahwa guru yang menjalani karantina tetap mengajar di kelas.

Hal itu menyebabkan kekhawatiran orang tua siswa.

Baca juga: Seorang Remaja di Kota Yogyakarta Nekat Sabetkan Senjata Tajam ke Korban, Ini Alasannya

Ngadiya pun menepis hal tersebut dan menyatakan bahwa guru yang melakukan karantina mengajar dari rumah secara daring, namun demikian, siswanya yang tidak kontak erat tetap masuk kelas untuk pembelajaran.

Pihaknya juga memberlakukan PTM 50 persen dengan pembagian jadwal.

Sesi pertama, sebanyak 50 persen siswa mulai sekolah pukul 07.00 WIB hingga pukul 09.30 WIB, kemudian 50 persen sisanya mulai sekolah pukul 10.00 WIB hingga pukul 13.00 WIB.

"Jadi seumpama satu kelas, siswanya kita bagi separuh masuk pagi, separuhnya lagi masuk siang. Siswa yang masuk adalah siswa yang tidak kontak erat dan tidak sakit. Kalau ada keluhan sakit diminta untuk mengikuti PJJ dari rumah saja," urainya. (nto)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved