Tingkat Hunian Selter dan RS Rujukan di Yogya Masih Landai Meski Kasus Covid-19 Melonjak Drastis
Saat ini bed occupancy ratio (BOR) khusus pasien Covid-19 cenderung masih aman, yakni di sekitaran 30 persen dari keseluruhan 324 kamar
Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Muhammad Fatoni
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kasus Covid-19 di Kota Yogyakarta terus mengalami lonjakan dalam kurun waktu dua pekan terakhir.
Meski demikian, peningkatan kasus Covid-19 tersebut belum berdampak serius pada tingkat hunian selter isolasi terpusat (isoter), atau ruang-ruang perawatan di rumah sakit rujukan.
Sebagai informasi, berdasarkan data yang dilansir Dinas Kesehatan per Minggu (13/2/2022) lalu, kasus aktif Covid-19 di Kota Yogyakarta sudah menyentuh angka 1.411.
Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi, menandaskan saat ini bed occupancy ratio (BOR) khusus pasien Covid-19 cenderung masih aman, yakni di sekitaran 30 persen dari keseluruhan 324 kamar yang tersedia.
Baik untuk ruang perawatan intensif atau critical bed dan isolasi.
"Jumlah kamar intensif kita ada 50, terpakai 10. Kemudian, kamar isolasi ada 274, terisi 88. Meski peningkatan kasus cukup tinggi, berlipat-lipat kali, tapi penggunaan kamar masih rendah," ungkap Heroe, Senin (14/2/2022).
Setali tiga uang, Selter Isoter di Tower I Rusunawa Bener Tegalrejo baru terisi 55 pasien.
Sehingga, pihaknya hingga sekarang belum mengaktifkan Tower II yang rencananya bakal dialihfungsikan juga untuk selter isoter.
Namun, ke depan rencana pengaktifan tetap akan dilaksanakan.
"Sementara kita andalkan satu selter itu masih cukup kan. Sekarang baru terisi 55 persen (dari 82 kamar). Kalau yang Tower II mulai dioperasikan, nanti tentunya jadi semakin rendah prosentase huniannya, ya," tandasnya.
Heroe menandaskan, ringannya gejala yang dialami oleh pasien terpapar virus corona membuat mereka enggan menjalani isolasi di selter.
Hanya saja, ia memastikan, masyarakat yang memilih melakukan karantina di kediaman tetap mendapat bantuan permakanan.
"Sebagian besar warga kita memang isolasi di rumahnya. Yang di selter saja cuma 28 orang, yang 27 kan warga luar kota. Bantuan permakanan tetap ada, apalagi rata-rata satu keluarga kena semua," pungkas Wawali Yogyakarta. (*)