Kecelakaan Bus di Imogiri

Turut Prihatin dengan Laka Jalan Imogiri, Pengelola Wisata Berharap Pemilik Bus Selalu Cek Kendaraan

Pemilik bus maupun jasa travel diminta melakukan pengecekan kendaraan sebelum melakukan perjalanan.

Penulis: Santo Ari | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUN JOGJA / ALMURFI SYOFYAN
Jajaran kepolisian melakukan olah TKP dan menandai bekas gesekan ban bus pariwisata maut yang mengalami kecelakaan tunggal di Bukit Bego, Imogiri, Bantul, Senin (7/2/2022). 

TRIBUNJOGJA.COM - Kecelakaan bus pariwisata yang terjadi di Jalan Dlingo-Imogiri turut menimbulkan duka mendalam bagi para pengelola wisata.

Purwo Harsono selaku Ketua Koperasi Notowono yang mengelola sejumlah objek wisata di Kapanewon Dlingo, merasa prihatin atas insiden yang menewaskan 13 orang tersebut.

Pihaknya juga akan terus berkoordinasi dengan pemerintah maupun kepolisian agar peristiwa tersebut tak terulang kembali.
 
Ia pun juga berharap agar pemilik bus maupun jasa travel dapat melakukan pengecekan kendaraan sebelum melakukan perjalanan.

Baca juga: Bupati Bantul Wacanakan Pelarangan Kendaraan Besar untuk Melintasi Jalur Dlingo - Imogiri

Dengan demikian, bus atau kendaraan lain dapat melintas di jalur tersebut dengan aman.

Seperti data yang ia miliki, bahwa sejak November 2021 sampai saat ini setidaknya ada 1.312 bus berkunjung ke destinasi wisata di daerah Dlingo.

Dengan demikian, ia menilai bahwa kecelakaan yang terjadi bukanlah karena faktor kondisi jalannya saja, namun karena ketidaksiapan kendaraan atau sopirnya.

"Ini saya membuka data November (2021) sampai sekarang saja ada 1.312 bus naik dan aman-aman saja. Artinya kan belum tentu itu faktor dari jalur," ujarnya Selasa (8/2/2022).

Meski ada tanjakan dan turunan, namun jalur di sana sudah dibangun lebar.

Bahkan menurut pria yang akrab disapa Ipung ini, organda telah melakukan test drive jalur tersebut.

Lebih lanjut dengan melihat dua kasus kecelakaan di Bukit Bego, yakni pada tahun 2017 dan 2022, ia menilai bahwa kasus itu diawali dengan bus yang sempat mogok.

Dengan demikian, ia menilai bahwa bus tersebut sudah bermasalah sebelum terjadi kecelakaan.

Baca juga: FAKTA Baru Laka Bus Pariwisata di Bantul, Analisis Sementara Hasil Olah TKP

Berdasarkan logikanya tersebut, Ipung menyarankan agar PO bus dapat memastikan bus yang melintas jalur tersebut benar-benar dalam kondisi prima.

Hal itu menurutnya jauh lebih baik dari pada harus melarang bus melintas jalur Imogiri-Dlingo.

Dengan memastikan kesiapan kendaraan dan driver, maka kejadian serupa tidak terulang dan berdampak pada sektor pariwisata di tempatnya.

Maka dari itu, dirinya akan terus memantau perkembangan kasus kecelakaan kemarin dari kepolisian.

Dia pun turut menunggu informasi hasil penyelidikan dan fakta hukum yang saat ini tengah diselidiki oleh kepolisian.  

"Artinya kita tidak serta merta terus ngeyel bahwa jalur ini aman, tidak, saya tidak seperti itu. Tapi saya kepingin dibuka hal sebenarnya, penyebabnya human errornya driver, kendaraan tidak layak atau karena jalur," tambahnya. ( Tribunjogja.com )

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved